Penerimaan Pajak Capai Rp1,6 Puluhan Triliun di Pertengahan Tahun
Realisasi penerimaan pajak hingga September 2026 mencapai Rp1,607 triliun, tumbuh 24,1% dari tahun sebelumnya, didorong efektivitas sistem Coretax dan kenaikan aktivitas ekonomi.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 12.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Penerimaan pajak hingga 30 September 2026 telah mencapai Rp1.607,6 triliun, setara dengan 68,2% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 24,1 persen. Angka ini mencerminkan kenaikan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang disebabkan oleh perbaikan sistem administrasi perpajakan dan peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Peningkatan penerimaan terutama berasal dari sektor pajak penghasilan nonmigas yang mencapai Rp809,3 triliun, tumbuh 17,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, penerimaan pajak migas melonjak 128,2% menjadi Rp43,6 triliun, didorong oleh kenaikan harga minyak bumi di pasar global. PPN dan PPnBM juga menunjukkan kenaikan kuat, mencapai Rp683,3 triliun, naik 38,6% dari tahun sebelumnya.
Di sisi lain, penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak lainnya mengalami penurunan sebesar 24,8% menjadi Rp71,4 triliun. Peningkatan penerimaan juga terjadi pada PPh Pasal 21 yang mencapai Rp189,4 triliun, tumbuh 19%, serta PPh badan yang naik 29% menjadi Rp276,7 triliun, terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas kelapa sawit. PPN dalam negeri mencatat pertumbuhan 51,3% menjadi Rp369,5 triliun, terutama akibat aktivitas perdagangan bahan bakar minyak.
Menteri Keuangan menegaskan bahwa pertumbuhan PPN dalam negeri diperkirakan akan mengalami moderasi dalam waktu dekat, seiring dengan pelonggaran manajemen restitusi yang telah dimulai oleh Direktorat Jenderal Pajak. Sementara itu, PPN impor mencapai Rp293,9 triliun, naik 28,1%, dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak global dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PNBP Capai 107,2% Target, Didorong Surplus BI dan Penindakan Hutan
Setoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga September 2026 sudah melampaui target nasional sebesar 107,2%, didukung oleh surplus Bank Indonesia dan hasil penindakan Satgas PKH.
9 Oktober 2026

Emas Picu Lonjakan Inflasi Inti, Pemerintah Soroti Permintaan Domestik
Inflasi inti September 2026 mencapai 2,84% yoy, dengan emas perhiasan jadi pemicu utama, namun peningkatan permintaan domestik tetap menjadi kunci di balik tekanan harga.
9 Oktober 2026

Pajak Rokok Dialokasikan untuk Penegakan Hukum Bea dan Cukai
Pemerintah resmi mengalokasikan 2,5% penerimaan pajak rokok untuk penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai berdasarkan PMK 70/2026.
9 Oktober 2026

Realisasi Belanja Negara Capai Rp2,66 Puluhan Triliun Hingga September
Belanja negara hingga September 2026 mencapai Rp2,660,5 triliun atau 69,2% dari target APBN, dengan lonjakan signifikan di kuartal terakhir diproyeksikan.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Rokok Varian Baru Mulai Beredar di Kota Kendari
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

PT Ceria Nugraha Indotama Kolaborasi dengan Universitas 19 November dalam Pendidikan
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Warung Makan Sop Saudara di Kota Una-Una
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Antrian BBM di Kabupaten Konawe Pondoideaha
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Antrian Mobil Truk Menanti Pengisian Solar di SPBU Pondidaha, Konawe
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA
Tempat Nongkrong Paling Asik di Kota Kendari
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Nomor Paspor Tetap Seumur Hidup Mulai 2027
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.11 WITA

Maung Garuda Resmi Diluncurkan sebagai Mobil Dinas Menteri
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.10 WITA

