Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tekanan Saham AI Cetak Penurunan Asia

Bursa Asia bergerak bervariasi setelah saham teknologi AS tertekan akibat revisi pendapatan OpenAI, memicu aksi jual di saham infrastruktur AI.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Tekanan Saham AI Cetak Penurunan Asia📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perdagangan saham di kawasan Asia pada hari Jumat (9/10/2026) menunjukkan pergerakan bervariasi, dengan indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,76% dan indeks Topix berada dalam kondisi stagnan. Sementara itu, pasar Australia menunjukkan penguatan dengan indeks S&P/ASX 200 naik 0,37%. Pergerakan ini terjadi menyusul penurunan signifikan saham teknologi Amerika Serikat pada sesi sebelumnya, terutama di sektor kecerdasan buatan (AI), yang memicu kekhawatiran investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan-perusahaan terkait. Indeks Nasdaq Composite turun lebih dari 1%, mencatatkan penurunan harian terbesar sejak pertengahan Agustus, sementara S&P 500 melemah 0,5% dan melanjutkan koreksi harian kedua berturut-turut.

Pemicu utama tekanan pasar berasal dari informasi terbaru mengenai pendapatan OpenAI, yang disampaikan kepada para investor bahwa pendapatan tahunan berdasarkan laju terkini (annualized revenue) mencapai US$50 miliar pada akhir September. Angka ini lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya sebesar US$68 miliar yang sempat beredar bulan lalu, yang diklaim mencakup pendapatan bruto dari mitra. Penurunan ekspektasi tersebut memicu kecemasan di kalangan investor terhadap valuasi saham perusahaan pendukung infrastruktur AI. Saham CoreWeave anjlok lebih dari 7%, sementara Oracle, Intel, dan Super Micro Computer turun sekitar 5%. AMD terkoreksi hampir 4%, dan Nvidia melemah hampir 3%.

Para analis memperingatkan risiko lanjutan dari aksi jual yang bisa memperluas tekanan ke sektor teknologi secara luas. Kristina Hooper, Kepala Strategi Pasar Man Group, menekankan bahwa jika tren penurunan berlanjut dalam beberapa hari, pasar berpotensi mengalami koreksi besar yang dapat melemahkan kepercayaan investor. Pergerakan ini mencerminkan kembali kekhawatiran terhadap valuasi yang terlalu tinggi, terutama setelah ekspektasi pendapatan yang dibesar-besarkan dalam beberapa waktu terakhir. Pasar mulai menilai kembali kelayakan harga saham AI di tengah perubahan dinamika pendapatan perusahaan.

Di tengah tekanan tersebut, saham SpaceX justru menguat sekitar 2% dalam sesi perdagangan ekstensi, setelah mengumumkan kesepakatan akuisisi portofolio spektrum frekuensi nasional. Keputusan ini memicu ketegangan di kalangan pelaku pasar telekomunikasi, dengan saham AT&T, Verizon, dan T-Mobile melemah. Aksi ekspansi SpaceX menimbulkan kekhawatiran atas meningkatnya persaingan di industri komunikasi data. Secara mingguan, Dow Jones dan Nasdaq Composite bergerak datar hingga Kamis, sementara S&P 500 berada di jalur kenaikan sekitar 0,6%. Investor kini menanti rilis laporan kinerja Delta Air Lines dan data sentimen konsumen AS untuk Oktober, yang akan menjadi acuan penting pada awal perdagangan pasar AS hari berikutnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya