PNBP Capai 107,2% Target, Didorong Surplus BI dan Penindakan Hutan
Setoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga September 2026 sudah melampaui target nasional sebesar 107,2%, didukung oleh surplus Bank Indonesia dan hasil penindakan Satgas PKH.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 12.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada semester pertama tahun buku 2026 telah mencapai Rp 492,3 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 459,2 triliun dengan pencapaian sebesar 107,2%. Angka ini menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 41,7%, menandakan efektivitas pengelolaan sumber daya negara dan kebijakan fiskal yang berjalan optimal. Kinerja ini diraih lebih awal dari akhir tahun anggaran, mengindikasikan kenaikan signifikan dalam berbagai sektor pendapatan negara.
Dari total tersebut, kontribusi terbesar berasal dari surplus Bank Indonesia yang mencapai Rp 58 triliun, yang masuk ke dalam pos kekayaan negara dipisahkan. Selain itu, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) turut memberikan kontribusi besar dengan setoran sebesar Rp 57,1 triliun, yang terdiri atas denda sebesar Rp 38,65 triliun dan penerimaan pajak dari pelanggaran lingkungan senilai Rp 18,45 triliun. Penindakan tegas terhadap aktivitas ilegal di kawasan hutan menjadi kunci pencapaian ini.
Peningkatan juga terjadi pada sektor sumber daya alam (SDA). Pendapatan dari SDA Migas naik 19,4% berkat kenaikan harga minyak mentah global yang berdampak langsung pada pendapatan negara dari ekspor. Sementara itu, SDA Non Migas mengalami kenaikan 30,1% dipicu oleh kenaikan harga batu bara dan mineral, serta penerapan kebijakan baru dalam perhitungan harga patokan yang lebih akurat dan mendukung pendapatan negara.
Pencapaian ini menjadi bukti efisiensi sistem pengelolaan aset negara dan konsistensi kebijakan pemerintah dalam mengeksploitasi potensi sumber daya secara berkelanjutan. Dengan realisasi yang lebih tinggi dari target, pemerintah memiliki ruang lebih leluasa dalam menjalankan program prioritas tanpa harus mengurangi alokasi anggaran.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penerimaan Pajak Capai Rp1,6 Puluhan Triliun di Pertengahan Tahun
Realisasi penerimaan pajak hingga September 2026 mencapai Rp1,607 triliun, tumbuh 24,1% dari tahun sebelumnya, didorong efektivitas sistem Coretax dan kenaikan aktivitas ekonomi.
9 Oktober 2026

Emas Picu Lonjakan Inflasi Inti, Pemerintah Soroti Permintaan Domestik
Inflasi inti September 2026 mencapai 2,84% yoy, dengan emas perhiasan jadi pemicu utama, namun peningkatan permintaan domestik tetap menjadi kunci di balik tekanan harga.
9 Oktober 2026

Pajak Rokok Dialokasikan untuk Penegakan Hukum Bea dan Cukai
Pemerintah resmi mengalokasikan 2,5% penerimaan pajak rokok untuk penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai berdasarkan PMK 70/2026.
9 Oktober 2026

Realisasi Belanja Negara Capai Rp2,66 Puluhan Triliun Hingga September
Belanja negara hingga September 2026 mencapai Rp2,660,5 triliun atau 69,2% dari target APBN, dengan lonjakan signifikan di kuartal terakhir diproyeksikan.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Rokok Varian Baru Mulai Beredar di Kota Kendari
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

PT Ceria Nugraha Indotama Kolaborasi dengan Universitas 19 November dalam Pendidikan
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Warung Makan Sop Saudara di Kota Una-Una
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Antrian BBM di Kabupaten Konawe Pondoideaha
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Antrian Mobil Truk Menanti Pengisian Solar di SPBU Pondidaha, Konawe
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA
Tempat Nongkrong Paling Asik di Kota Kendari
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Nomor Paspor Tetap Seumur Hidup Mulai 2027
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.11 WITA

Maung Garuda Resmi Diluncurkan sebagai Mobil Dinas Menteri
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.10 WITA

