Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Teknologi Telematika Dorong Keselamatan dan Efisiensi Armada

Integrasi AI dan video telematika membantu perusahaan transportasi memantau perilaku pengemudi, memprediksi risiko kecelakaan, serta meningkatkan efisiensi operasional melalui data real-time.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 12.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Teknologi Telematika Dorong Keselamatan dan Efisiensi Armada📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan armada kini melampaui fungsi pelacakan lokasi berbasis GPS. Sistem telematika berbasis kecerdasan buatan kini menjadi alat krusial dalam memantau kondisi kendaraan, perilaku pengemudi, dan dinamika lalu lintas secara real-time. Dengan memadukan data video dan sensor, teknologi ini memberikan gambaran menyeluruh tentang situasi di jalan, memungkinkan intervensi langsung saat terdeteksi perilaku berisiko seperti mengemudi terlalu dekat dengan kendaraan di depan.

Sistem tersebut mampu menganalisis jarak dan kecepatan secara dinamis untuk mengirimkan peringatan instan kepada pengemudi, bertujuan mencegah insiden sebelum terjadi. Selain itu, data yang terkumpul digunakan sebagai dasar penyusunan program pelatihan keselamatan berkendara yang disesuaikan dengan pola perilaku pengemudi. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya menangani risiko secara reaktif, tetapi juga mencegahnya secara proaktif.

Perusahaan transportasi seperti PT Aerotrans Services Indonesia telah menerapkan sistem ini untuk meninjau ulang batas kecepatan operasional dari 115 km/jam menjadi 110 km/jam, setelah data menunjukkan tren pengereman mendadak yang meningkat. Penurunan kecepatan ini dilakukan berdasarkan analisis empiris, bukan asumsi, dan berdampak langsung pada peningkatan keselamatan. Selain itu, sistem juga memberi peringatan dini terhadap potensi kerusakan komponen, sehingga perbaikan bisa dilakukan sebelum kendaraan mengalami gangguan operasional.

Dalam konteks layanan penumpang, teknologi serupa digunakan untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan selama perjalanan. Salah satunya di terapkan oleh TRAVL, yang membatasi kecepatan maksimal hingga 90 km/jam saat melintasi jalan layang bergelombang. Dalam situasi darurat seperti kemacetan atau kegagalan kendaraan, sistem membantu tim operasional menentukan kendaraan pengganti terdekat atau mengarahkan rute alternatif secara otomatis.

Data dari sistem telematika juga berperan dalam evaluasi kinerja pengemudi secara berkala, dengan pelatihan diselenggarakan setiap enam bulan. Selain itu, teknologi ini dapat diterapkan pada kendaraan listrik untuk memantau konsumsi energi, kesehatan baterai, dan riwayat pengisian. Informasi ini menjadi acuan penting dalam menilai efisiensi antara armada konvensional dan listrik, mendukung keputusan strategis dalam pengembangan armada di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya