Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pembiayaan Kendaraan Listrik Melonjak, OJK Soroti Risiko Ekosistem

Pembiayaan kendaraan listrik naik 34,67% pada Agustus 2026, namun OJK memperingatkan potensi risiko pasar dan kesiapan infrastruktur pendukung.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Pembiayaan Kendaraan Listrik Melonjak, OJK Soroti Risiko Ekosistem📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Peningkatan signifikan dalam pembiayaan kendaraan listrik tercatat hingga Agustus 2026, mencapai Rp26,20 triliun, tumbuh 34,67% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan minat masyarakat yang terus berkembang terhadap kendaraan berbasis listrik, sekaligus mendorong perusahaan pembiayaan untuk memperluas layanan di sektor tersebut. Kenaikan ini menjadi bagian dari strategi ekspansi yang dijalankan oleh sejumlah lembaga pembiayaan di tengah transformasi mobilitas berkelanjutan.

Di sisi lain, penyaluran pembiayaan untuk kendaraan bermotor konvensional justru menunjukkan penurunan, sebesar 0,68% year on year, dengan total mencapai Rp403,02 triliun. Penurunan ini mencerminkan pergeseran preferensi konsumen dan perubahan arah investasi di sektor transportasi. Meski begitu, OJK menekankan bahwa pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik harus diiringi dengan pemahaman mendalam terhadap tantangan struktural yang masih menghambat pengembangan ekosistem secara menyeluruh.

Kepala Eksekutif Pengawas Perusahaan Pembiayaan, Agusman, menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya, serta perkembangan pasar yang belum sepenuhnya matang. Ia menekankan bahwa keberlanjutan pembiayaan kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada permintaan, tetapi juga pada stabilitas harga jual bekas dan kondisi teknis kendaraan, terutama baterai yang rentan terhadap degradasi.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno, menyebut bahwa pangsa pasar pembiayaan kendaraan listrik sudah mencapai 25%, menjadi indikator kuat potensi pasar yang berkembang pesat. Namun, ia mengingatkan industri untuk tetap berhati-hati, mengingat fluktuasi harga jual kendaraan bekas dan risiko kerusakan komponen utama seperti baterai masih menjadi ancaman nyata. Keberhasilan jangka panjang, menurutnya, tergantung pada kewaspadaan dan kajian risiko yang mendalam sebelum memperluas portofolio.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya