IHSG Melemah 1,88%, Tekanan Asing Tekan Saham Bank dan Logistik
Indeks Harga Saham Gabungan turun 1,88% ke level 6.031,28, didorong aksi jual asing dan koreksi saham unggulan, sementara emiten seperti WBSA, PTBA, dan BUAH lakukan ekspansi dan pembagian dividen.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis (8/10), menutup sesi di level 6.031,28 dengan koreksi sebesar 1,88%. Gerakan ini tercermin dari dominasi sektor merah, dengan sembilan dari 11 sektor mengalami tekanan penurunan. Sektor industri menjadi yang paling terdampak, turun hingga 2,86%, sementara sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang mampu menopang penguatan, naik 0,70%. Di tengah kondisi tersebut, saham-saham seperti AMRT, KLBF, dan ASII menunjukkan kenaikan, namun kinerja ini tidak mampu menyeimbangkan tekanan dari emiten besar seperti BBRI, AMMN, dan BMRI yang melemah masing-masing 3,50%, 6,40%, dan 3,50%.
Aksi jual asing terus menjadi pendorong utama koreksi pasar, dengan catatan net sell mencapai Rp848,28 miliar di pasar reguler dan Rp867,27 miliar secara keseluruhan. Tekanan terjadi terutama pada emiten perbankan, di mana BBRI, BMRI, dan BBCA menjadi emiten dengan penurunan terbesar dibandingkan indeks. Kondisi pasar domestik juga tercermin dari penurunan indeks offshore, dengan ETF EIDO turun 1,60% dan MSCI Indonesia melemah 1,96%. Transaksi bersih asing pada saham-saham utama mencapai Rp461,93 miliar, mengindikasikan kecenderungan keluar dari pasar saham Indonesia.
Di sisi emiten, WBSA melanjutkan ekspansi kapasitas angkutan laut dengan menambah lima set armada, terdiri dari lima tugboat dan lima barge. Dua set armada telah selesai diterima pada 5 dan 7 Oktober 2026 dari Buana Cipta Mandala dan Amnor Shipyard, yang bukan pihak terafiliasi. Nilai transaksi untuk dua set ini mencapai minimal Rp48 miliar. Tiga set sisanya akan datang secara bertahap, didukung fasilitas pinjaman dari Bank OCBC NISP sebesar Rp75 miliar dengan tenor 60 bulan, yang telah ditandatangani pada 14 September 2026. Peningkatan armada diperkirakan menambah kapasitas angkut sekitar 1,5 juta metrik ton per tahun.
Bukit Asam (PTBA) melakukan eksplorasi di tiga wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) pada kuartal III 2026 untuk memverifikasi cadangan dan sumber daya batu bara, serta memperbarui model geologi. Kegiatan ini melibatkan 113 titik pengeboran dengan total kedalaman 23.420 meter, dengan total biaya sekitar Rp42,86 miliar. Dari jumlah tersebut, 76 titik dilakukan di Tanjung Enim (biaya Rp33,04 miliar), 17 titik di Ombilin (Rp6,86 miliar), dan 20 titik di Peranap (Rp2,96 miliar). Dengan cadangan yang telah tercatat sebesar 1.504 juta ton dan sumber daya 3.096 juta ton, eksplorasi lebih difokuskan pada optimalisasi daripada penambahan cadangan baru, terutama di Peranap yang dipersiapkan sebagai lokasi tambang baru.
Di sisi lain, Segar Kumala Indonesia (BUAH) menetapkan pembagian dividen tunai interim dari laba bersih semester I 2026 sebesar Rp10 per saham, senilai total Rp20 miliar. Laba bersih perusahaan naik 0,63% menjadi Rp21,80 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dividen tersebut setara dengan rasio pembayaran sebesar 91,75% dari laba, dan dengan harga saham Rp480 per lembar, memberikan yield dividen sebesar 2,08%. Tanggal cum date untuk dividen ditetapkan pada 16 Oktober 2026, sementara pembayaran dijadwalkan pada 6 November 2026.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penerimaan Pajak Capai Rp1,6 Puluhan Triliun di Pertengahan Tahun
Realisasi penerimaan pajak hingga September 2026 mencapai Rp1,607 triliun, tumbuh 24,1% dari tahun sebelumnya, didorong efektivitas sistem Coretax dan kenaikan aktivitas ekonomi.
9 Oktober 2026

PNBP Capai 107,2% Target, Didorong Surplus BI dan Penindakan Hutan
Setoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga September 2026 sudah melampaui target nasional sebesar 107,2%, didukung oleh surplus Bank Indonesia dan hasil penindakan Satgas PKH.
9 Oktober 2026

Emas Picu Lonjakan Inflasi Inti, Pemerintah Soroti Permintaan Domestik
Inflasi inti September 2026 mencapai 2,84% yoy, dengan emas perhiasan jadi pemicu utama, namun peningkatan permintaan domestik tetap menjadi kunci di balik tekanan harga.
9 Oktober 2026

Pajak Rokok Dialokasikan untuk Penegakan Hukum Bea dan Cukai
Pemerintah resmi mengalokasikan 2,5% penerimaan pajak rokok untuk penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai berdasarkan PMK 70/2026.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Rokok Varian Baru Mulai Beredar di Kota Kendari
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

PT Ceria Nugraha Indotama Kolaborasi dengan Universitas 19 November dalam Pendidikan
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Warung Makan Sop Saudara di Kota Una-Una
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Antrian BBM di Kabupaten Konawe Pondoideaha
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Antrian Mobil Truk Menanti Pengisian Solar di SPBU Pondidaha, Konawe
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA
Tempat Nongkrong Paling Asik di Kota Kendari
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Nomor Paspor Tetap Seumur Hidup Mulai 2027
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.11 WITA

Maung Garuda Resmi Diluncurkan sebagai Mobil Dinas Menteri
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.10 WITA

