Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Investasi Modern Tuntut Tenaga Kerja Siap Digital

Perubahan pola investasi dan otomatisasi industri mengancam lapangan kerja formal tanpa persiapan menyeluruh, sehingga diperlukan pemetaan talenta dan pendidikan vokasi terintegrasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 09.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Investasi Modern Tuntut Tenaga Kerja Siap Digital📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Transformasi ekonomi yang kini didorong oleh digitalisasi dan otomatisasi menghadirkan tantangan baru dalam penciptaan lapangan kerja formal di Indonesia. Kepala Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyoroti keterbatasan kesempatan kerja yang muncul akibat pergeseran arah investasi, terutama dengan masuknya teknologi tinggi seperti mesin otomatis dan sistem manufaktur berbasis kecerdasan buatan. Dalam konteks ini, kesiapan tenaga kerja menjadi faktor penentu ketahanan ekonomi nasional.

Menurutnya, 38 persen lulusan pendidikan dasar belum memiliki kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan industri modern, sehingga upaya pelatihan ulang tidak cukup jika dilakukan secara umum. Solusi yang dibutuhkan adalah pendekatan strategis berupa identifikasi dan pemetaan talenta secara akurat. Dengan memetakan kompetensi tenaga kerja, pemerintah dan dunia usaha dapat menyelaraskan program pelatihan dengan kebutuhan sektor-sektor unggulan seperti semikonduktor, energi terbarukan, dan manufaktur berbasis otomasi.

Untuk mewujudkan keselarasan antara pendidikan dan industri, Apindo mengusulkan pendirian sekolah vokasi langsung di kawasan industri. Pendekatan ini bertujuan memastikan bahwa lulusan memiliki keterampilan yang langsung dapat dimanfaatkan oleh perusahaan. Dengan demikian, proses *link and match* antara output pendidikan dan kebutuhan pasar dapat berjalan efektif, menghindari pemborosan sumber daya dan ketidaksesuaian kompetensi.

Di samping itu, penguatan literasi digital menjadi fondasi penting dalam menghadapi era teknologi. Dalam praktik industri modern, pekerja tidak hanya perlu mengoperasikan mesin otomatis, tetapi juga memahami sistem digital dan AI yang mendukung proses produksi. Karena itu, pendekatan pelatihan harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak terfragmentasi, agar semua pihak—dari pelajar hingga pekerja berpengalaman—dapat beradaptasi secara komprehensif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya