IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas dengan Tekanan Penurunan
Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan menguat terbatas hari ini dengan rentang pergerakan antara 6.018 hingga 6.376, namun berpotensi turun jika menembus level 6.019.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 09.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami kenaikan terbatas pada perdagangan Jumat (9/10), dengan potensi uji kenaikan hingga level 6.231. Namun, analis memperingatkan adanya risiko koreksi jika indeks menembus zona kritis 5.973, yang bisa membawa penurunan lebih dalam hingga ke area 5.850–5.911. Proyeksi ini disampaikan oleh analis teknikal dari MNC Sekuritas, yang menilai pergerakan pasar masih rentan terhadap tekanan jual.
Dalam prospek perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support 6.018 hingga 5.973, dengan resistance di kisaran 6.297 hingga 6.376. Rekomendasi saham dari pihak tersebut meliputi INKP, KLBF, RAJA, dan AADI, sebagai instrumen yang dianggap berpotensi menguat dalam jangka pendek. Analis menekankan pentingnya manajemen risiko karena volatilitas pasar tetap tinggi.
Di sisi lain, analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, memandang IHSG berisiko melanjutkan tren penurunan. Jika indeks berhasil menembus level 6.019, kemungkinan besar akan menuju kisaran 5.942 hingga 5.850. Dalam skenario tersebut, dukungan utama diperkirakan berada pada level 6.094, 6.019, 5.850, dan 5.607, sementara resistance berada di 6.261, 6.423, dan 6.552. Rekomendasi saham dari pihak ini mencakup AADI, JPFA, MDKA, dan PGAS.
Pada penutupan perdagangan Kamis (8/10), IHSG berada di posisi 6.031, turun 115,44 poin atau 1,88 persen dari penutupan sebelumnya. Total nilai transaksi mencapai Rp12,54 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 60,41 miliar saham. Dari total saham yang diperdagangkan, 171 menguat, 497 terkoreksi, dan 119 stagnan. Pergerakan ini mencerminkan dominasi sentimen negatif di pasar saham hari ini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Thomas Sugiarto Resmi Jabat Dirut Garuda Indonesia
Thomas Sugiarto Oentoro secara resmi menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia, menggantikan Glenny H. Kairupan yang kini menjabat Komisaris Utama, dalam upaya mempercepat pemulihan operasional dan keuangan perusahaan.
9 Oktober 2026

MUI: Subsidi Haji 2027 Sesuai Prinsip Islam
MUI menegaskan subsidi haji 2027 melalui APBN tidak melanggar prinsip istitha'ah, karena negara hadir sebagai penjamin kemampuan beragama bagi seluruh warga.
9 Oktober 2026

BEI Perketat Syarat IPO untuk Jaga Kualitas Emite
BEI perbarui aturan pencatatan saham dengan kenaikan standar keuangan dan kewajiban laba, mulai berlaku 9 Oktober 2026.
8 Oktober 2026

MAMI Perkuat Kredibilitas dengan 6 Penghargaan Internasional
PT Manulife Aset Manajemen Indonesia meraih enam penghargaan di ajang The Asset Benchmark Research Awards 2026, mencerminkan keunggulan strategi investasi dan manajemen risiko dalam pasar obligasi lokal.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

Investasi Modern Tuntut Tenaga Kerja Siap Digital
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.30 WITA

Danantara Percepat Integrasi BUMN Karya Hingga Akhir 2026
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.29 WITA

Aturan Baru Perlindungan Ketenagakerjaan Resmi Berlaku, Apindo Tunggu Naskah Resmi
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.29 WITA

Pelindo dan Pelni Tak Akan Digabung, Disebut Punya Model Bisnis Berbeda
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.29 WITA

Mediasi Gugatan Rp1 Miliar ke Erin Gagal, Perkara Lanjut ke Persidangan
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.23 WITA

Betrand Peto Bantah Video Pesta Viral, Sebut Rekaman Dicuri dan Dipotong Ilegal
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.23 WITA

Bek Persib Diduga Jadi Korban Rasisme Saat Lawan Port FC
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.06 WITA

Legenda MU dan Arsenal Tiba di Jakarta Jelang Laga Reuni Legendaris
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.06 WITA

