Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Menko AHY Dorong Studi Desalinasi untuk Atasi Krisis Air di Balikpapan

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan mendorong penelitian teknologi desalinasi sebagai solusi jangka panjang krisis air bersih di Balikpapan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 23.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Menko AHY Dorong Studi Desalinasi untuk Atasi Krisis Air di Balikpapan📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menekankan perlunya evaluasi mendalam terhadap penerapan teknologi desalinasi air laut sebagai langkah strategis mengatasi krisis pasokan air bersih di Balikpapan. Kunjungan kerja ke Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, dilakukan untuk memantau langsung kondisi kebutuhan air baku dan mempercepat penyelesaian masalah yang mengancam kesejahteraan warga.

Saat ini, kota yang menjadi mitra penopang Ibu Kota Nusantara mengalami defisit pasokan air hingga 1.000 liter per detik. Penyebab utamanya adalah menurunnya volume air di Waduk Manggar dan Waduk Teritip akibat kemarau panjang serta dampak fenomena El Nino. Di kawasan Teritip, kebutuhan air baku mencapai 2.500 liter per detik, namun baru terpenuhi sekitar 1.500 liter per detik, menunjukkan keterbatasan infrastruktur pengolahan.

AHY menilai bahwa teknologi desalinasi kini telah berkembang pesat secara global dan layak dipertimbangkan secara serius. Ia menekankan pentingnya melakukan kajian ulang terhadap investasi dan efisiensi energi untuk menciptakan skema yang kompetitif dan dapat diakses oleh pemerintah daerah maupun sektor swasta. Dengan begitu, solusi tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan dan tidak hanya menjadi respons darurat.

Selama peninjauan, Menko AHY juga mendengarkan langsung aspirasi warga yang mengusulkan pembangunan pipa air baku dari Sepaku Semoi atau penerapan sistem desalinasi. Ia menegaskan bahwa Satgas Tangki Air harus tetap beroperasi sebagai upaya penanganan darurat, sementara pemerintah terus mencari solusi permanen. Desalinasi, yang mengolah air laut menjadi air tawar melalui pemisahan garam dan mineral, dinilai sebagai alternatif yang layak diuji, terlepas dari tantangan awal seperti biaya tinggi dan konsumsi listrik besar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya