Menko AHY Dorong Studi Desalinasi untuk Atasi Krisis Air di Balikpapan
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan mendorong penelitian teknologi desalinasi sebagai solusi jangka panjang krisis air bersih di Balikpapan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 23.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menekankan perlunya evaluasi mendalam terhadap penerapan teknologi desalinasi air laut sebagai langkah strategis mengatasi krisis pasokan air bersih di Balikpapan. Kunjungan kerja ke Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, dilakukan untuk memantau langsung kondisi kebutuhan air baku dan mempercepat penyelesaian masalah yang mengancam kesejahteraan warga.
Saat ini, kota yang menjadi mitra penopang Ibu Kota Nusantara mengalami defisit pasokan air hingga 1.000 liter per detik. Penyebab utamanya adalah menurunnya volume air di Waduk Manggar dan Waduk Teritip akibat kemarau panjang serta dampak fenomena El Nino. Di kawasan Teritip, kebutuhan air baku mencapai 2.500 liter per detik, namun baru terpenuhi sekitar 1.500 liter per detik, menunjukkan keterbatasan infrastruktur pengolahan.
AHY menilai bahwa teknologi desalinasi kini telah berkembang pesat secara global dan layak dipertimbangkan secara serius. Ia menekankan pentingnya melakukan kajian ulang terhadap investasi dan efisiensi energi untuk menciptakan skema yang kompetitif dan dapat diakses oleh pemerintah daerah maupun sektor swasta. Dengan begitu, solusi tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan dan tidak hanya menjadi respons darurat.
Selama peninjauan, Menko AHY juga mendengarkan langsung aspirasi warga yang mengusulkan pembangunan pipa air baku dari Sepaku Semoi atau penerapan sistem desalinasi. Ia menegaskan bahwa Satgas Tangki Air harus tetap beroperasi sebagai upaya penanganan darurat, sementara pemerintah terus mencari solusi permanen. Desalinasi, yang mengolah air laut menjadi air tawar melalui pemisahan garam dan mineral, dinilai sebagai alternatif yang layak diuji, terlepas dari tantangan awal seperti biaya tinggi dan konsumsi listrik besar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

100 Tahun Menunggu, Cheadle Akhirnya Dapat Stasiun Kereta Baru
Desa Cheadle di Greater Manchester akhirnya mendapatkan stasiun kereta setelah lebih dari seabad menunggu, dengan proyek yang kini mulai berjalan setelah tertunda empat tahun karena isu teknis.
8 Oktober 2026

Tsingshan Siap Dorong Proyek PLTS 100 GW di Indonesia
Perusahaan asal China Tsingshan Group siap berpartisipasi aktif dalam proyek pembangkit listrik tenaga surya 100 GWh, setelah sebelumnya menyelesaikan pembangunan PLTS 2 GW di Sumenep.
8 Oktober 2026

KNMP Sungai Padang Segera Beroperasi, Fokus Perkuat Ekonomi Nelayan
Pemerintah Kabupaten Belitung menegaskan KNMP Sungai Padang siap beroperasi dalam waktu dekat, dengan fasilitas lengkap termasuk cold storage dan pabrik es portabel, serta bantuan alat tangkap dan kapal untuk tingkatkan kesejahteraan nelayan.
8 Oktober 2026

Gubernur Dorong ITK Jadi Pusat Inovasi untuk IKN
Gubernur Kaltim tekankan peran ITK dalam mendorong inovasi teknologi dan SDM unggul mendukung transformasi IKN.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

Bechi Kembali Dipenjara, Ditempatkan di Sel Khusus
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.22 WITA

Bupati Klaten: Karakter Anak Tak Bisa Digantikan AI
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.21 WITA

KPK Periksa Pejabat Terkait Proyek Jalan di Sumut
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.21 WITA

Hery Susanto Bantah Terima Uang dalam Kasus Tambang Nikel
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.21 WITA

BEI Perketat Syarat IPO untuk Jaga Kualitas Emite
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.21 WITA

MAMI Perkuat Kredibilitas dengan 6 Penghargaan Internasional
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.20 WITA

Pengendara Motor Diminta Patuhi Jalur Aman di Kolong Flyover Pesing
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.20 WITA

Industri Harus Jadi Pendorong Ekonomi dan Pencipta Kerja
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.20 WITA

