Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Industri Harus Jadi Pendorong Ekonomi dan Pencipta Kerja

Menteri Perindustrian menekankan peran strategis sektor industri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan menciptakan lapangan kerja, dengan target kontribusi manufaktur lebih dari 20 persen terhadap PDB.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 23.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Industri Harus Jadi Pendorong Ekonomi dan Pencipta Kerja📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Menteri Perindustrian menegaskan bahwa sektor manufaktur harus menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di tanah air. Dalam kesempatan silaturahmi di Jakarta, ia menyampaikan bahwa industri perlu tumbuh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional agar mampu menjadi pemicu pertumbuhan yang berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya membangun industri yang tangguh dan berdaya saing tinggi, bukan sekadar bertahan di level saat ini.

Kontribusi sektor industri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) saat ini berada pada angka sekitar 19 persen. Meski angka ini menunjukkan peran penting, Menteri menyatakan bahwa tidak boleh terjadi penurunan atau stagnasi sebelum mencapai fase matang. Ia menekankan bahwa Indonesia masih berada pada tahap perkembangan, sehingga keberadaan industri harus diperkuat, bukan dikurangi perannya.

Upaya strategis yang tengah digariskan adalah meningkatkan kontribusi industri manufaktur menjadi lebih dari 20 hingga 25 persen dari total PDB. Target ini menjadi bagian dari visi pemerintah untuk memperkuat basis ekonomi nasional melalui sektor produksi. Dengan pertumbuhan industri yang lebih tinggi dibandingkan ekonomi secara keseluruhan, diharapkan terjadi efek domino positif terhadap sektor lain dan stabilitas ekonomi jangka panjang.

Pemerintah juga membuka ruang bagi pengembangan industri di daerah, sebagai bagian dari upaya pemerataan ekonomi. Melalui pengembangan kawasan industri yang merata, potensi sumber daya lokal dapat dimanfaatkan secara optimal. Hal ini diharapkan tidak hanya menumbuhkan ekonomi daerah, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada wilayah tertentu. Menteri menekankan bahwa keberhasilan industri bukan hanya soal angka, tetapi juga dampak sosial dan kesejahteraan yang dirasakan masyarakat secara luas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya