Defisit APBN September 2026 Capai 1,24% PDB
Defisit APBN hingga akhir September 2026 mencapai Rp319 triliun atau 1,24 persen terhadap PDB, sesuai rencana strategis pemerintah.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 21.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Hingga akhir September 2026, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp319 triliun, setara 1,24 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini mencerminkan realisasi anggaran yang berjalan sesuai target yang telah ditetapkan sejak awal tahun. Menteri Keuangan menyatakan bahwa kinerja pendapatan negara telah mencapai Rp2.341,5 triliun, atau sekitar 74,5 persen dari total target tahunan.
Realisasi pendapatan tersebut dinilai sejalan dengan progres waktu yang telah berjalan, di mana tiga perempat tahun anggaran telah berlalu. Pencapaian ini menunjukkan kinerja yang solid, terutama dalam pengelolaan penerimaan dari sektor pajak dan non-pajak. Pemerintah menilai angka tersebut sebagai indikator keberhasilan dalam upaya peningkatan potensi penerimaan negara secara konsisten.
Di sisi belanja, total pengeluaran negara hingga akhir September mencapai Rp2.660,5 triliun, atau sekitar 69 persen dari pagu anggaran tahunan. Pemerintah memperkirakan terjadi percepatan belanja pada bulan November dan Desember, khususnya dalam program prioritas yang berdampak langsung terhadap ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini diharapkan dapat menopang pertumbuhan domestik tanpa menimbulkan tekanan berlebihan terhadap posisi keuangan negara.
Defisit yang terjadi merupakan bagian dari desain kebijakan anggaran jangka panjang, yang dirancang untuk memperkuat peran APBN sebagai alat stimulasi ekonomi dan perlindungan sosial. Dengan belanja yang lebih tinggi dibandingkan penerimaan, pemerintah menekankan bahwa APBN tetap menjadi instrumen yang menumbuhkan, melindungi, dan menjaga kredibilitas fiskal.
Pemerintah tetap menjaga konsistensi dan transparansi dalam pengelolaan anggaran, agar kepercayaan publik terhadap sistem fiskal tetap terjaga. Perbandingan dengan posisi akhir Agustus 2026, yang menunjukkan defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen PDB, menunjukkan tren peningkatan defisit yang terkendali dan sesuai rencana.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Siapkan Aturan Keluar bagi Emiten Tak Penuhi Free Float 15%
Otoritas Jasa Keuangan siap menerapkan kebijakan keluar bagi emiten yang gagal penuhi ketentuan free float minimal 15%, dengan opsi perpanjangan, go private sukarela, hingga delisting.
8 Oktober 2026

38 UMKM Binaan Pertamina Perluas Pasar di INACRAFT 2026
Pertamina menghadirkan 38 UMKM binaan dalam pameran INACRAFT October 2026 untuk memperluas akses pasar dan memperkuat kemitraan bisnis.
8 Oktober 2026

Pemerintah Siapkan Inisiatif Baru Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Pemerintah sedang menyiapkan sejumlah kebijakan baru untuk mempermudah dunia usaha, fokus pada regulasi dan transformasi ekonomi, demi capai target pertumbuhan 6 persen di 2027.
8 Oktober 2026

Danantara Tekankan Restrukturisasi Tuntas untuk WIKA dan Waskita
Danantara Indonesia menegaskan pentingnya pembenahan fundamental pada WIKA dan Waskita Karya, dengan restrukturisasi utang Rp34 triliun yang tidak hanya memperpanjang tenor, tetapi menyelesaikan akar masalah bisnis.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pemerintah Perkuat Pembiayaan Iklim Melalui Lima Sektor Strategis
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.23 WITA

Malaysia Didorong Hentikan Seruan Boikot Produk Indonesia
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.23 WITA

Erni Buka Akses Perbankan Lewat Warung di Lareh Sago Halaban
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.22 WITA

Pemerintah Siapkan Rekening dan Bantuan Pangan untuk 25 Juta Warga Desil 1-4
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.22 WITA

HIPPI Perkuat Kemandirian Ekonomi di Usia 50 Tahun
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.22 WITA

Danantara Dukung Impor KRL Bekas Jepang untuk Kebutuhan Publik
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.21 WITA

Prince Poetiray Tampil di GBK, Penuh Emosi dan Harapan
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.18 WITA

Anak-anak Ingin Bertemu Ayah dalam Formasi Lengkap, Kata Sarwendah
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.16 WITA

