Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Danantara Tekankan Restrukturisasi Tuntas untuk WIKA dan Waskita

Danantara Indonesia menegaskan pentingnya pembenahan fundamental pada WIKA dan Waskita Karya, dengan restrukturisasi utang Rp34 triliun yang tidak hanya memperpanjang tenor, tetapi menyelesaikan akar masalah bisnis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 21.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Danantara Tekankan Restrukturisasi Tuntas untuk WIKA dan Waskita📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kondisi keuangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang masih terbebani utang sebesar Rp34 triliun menjadi tantangan utama dalam proses restrukturisasi yang digarap oleh Danantara Indonesia. Dony Oskaria, selaku Chief Operating Officer, menegaskan bahwa aset perusahaan belum cukup untuk menekan beban utang secara signifikan, sehingga upaya perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh dan bukan sekadar penundaan dengan perpanjangan tenor hingga 30 hingga 40 tahun. Ia menekankan bahwa pendekatan yang asal-asalan justru akan menciptakan krisis di masa depan, terutama jika tidak menyelesaikan persoalan mendasar dalam operasional dan struktur keuangan perusahaan.

Proses pembenahan WIKA, menurut Dony, tidak bisa dilakukan secara parsial. Perusahaan harus meninjau kembali berbagai persoalan historis yang masih menghambat kinerja, termasuk tagihan proyek kereta cepat yang sempat menjadi beban berat. Ia menyatakan bahwa kajian mendalam diperlukan untuk memahami kondisi riil perusahaan sebelum menentukan langkah strategis. Dony menegaskan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto untuk perbaikan BUMN harus bersifat tuntas dan berkelanjutan, bukan hanya perbaikan permukaan atau "pola-poles" yang tidak berdampak jangka panjang.

Selain WIKA, Waskita Karya juga menjadi fokus restrukturisasi. Danantara saat ini sedang mengkaji struktur bisnis dan aset perusahaan, termasuk kemungkinan mempertahankan sektor jalan tol sebagai bagian dari core business. Keputusan tentang entitas yang akan dipertahankan akan diambil setelah analisis menyeluruh terhadap prospek operasional dan daya saing di masa depan. Dony menekankan pentingnya pendekatan yang teliti dan berbasis data, bukan asal-asalan, untuk memastikan keberlangsungan perusahaan secara berkelanjutan.

Sebelum melakukan restrukturisasi utang, Danantara akan lebih dulu menyelesaikan proses merger empat BUMN Karya: Nindya Karya dengan Brantas Abipraya, serta Adhi Karya dengan PP (Persero). Proses merger ditargetkan selesai paling lambat akhir November 2026. Setelah itu, aset noninti akan dijual untuk menurunkan beban utang, sementara sisa kewajiban keuangan akan direstrukturisasi sesuai kemampuan pembayaran masing-masing entitas. Pendekatan ini dirancang agar perusahaan menjadi sehat secara finansial dan operasional.

Transformasi tidak hanya berhenti pada pengurangan utang dan merger. Danantara juga berencana mengubah pola pembiayaan dari korporasi menjadi berbasis proyek, sehingga setiap investasi dinilai berdasarkan potensi keuntungan secara individual. Perubahan ini harus diiringi perbaikan tata kelola perusahaan, termasuk penguatan tata kelola (governance) untuk memastikan keputusan bisnis didasarkan pada kinerja nyata, bukan hanya keinginan atau tekanan struktural. Dony menegaskan bahwa transformasi BUMN Karya harus menyentuh seluruh aspek, mulai dari keuangan hingga pengambilan keputusan strategis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya