Danantara Tekankan Restrukturisasi Tuntas untuk WIKA dan Waskita
Danantara Indonesia menegaskan pentingnya pembenahan fundamental pada WIKA dan Waskita Karya, dengan restrukturisasi utang Rp34 triliun yang tidak hanya memperpanjang tenor, tetapi menyelesaikan akar masalah bisnis.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 21.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kondisi keuangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang masih terbebani utang sebesar Rp34 triliun menjadi tantangan utama dalam proses restrukturisasi yang digarap oleh Danantara Indonesia. Dony Oskaria, selaku Chief Operating Officer, menegaskan bahwa aset perusahaan belum cukup untuk menekan beban utang secara signifikan, sehingga upaya perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh dan bukan sekadar penundaan dengan perpanjangan tenor hingga 30 hingga 40 tahun. Ia menekankan bahwa pendekatan yang asal-asalan justru akan menciptakan krisis di masa depan, terutama jika tidak menyelesaikan persoalan mendasar dalam operasional dan struktur keuangan perusahaan.
Proses pembenahan WIKA, menurut Dony, tidak bisa dilakukan secara parsial. Perusahaan harus meninjau kembali berbagai persoalan historis yang masih menghambat kinerja, termasuk tagihan proyek kereta cepat yang sempat menjadi beban berat. Ia menyatakan bahwa kajian mendalam diperlukan untuk memahami kondisi riil perusahaan sebelum menentukan langkah strategis. Dony menegaskan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto untuk perbaikan BUMN harus bersifat tuntas dan berkelanjutan, bukan hanya perbaikan permukaan atau "pola-poles" yang tidak berdampak jangka panjang.
Selain WIKA, Waskita Karya juga menjadi fokus restrukturisasi. Danantara saat ini sedang mengkaji struktur bisnis dan aset perusahaan, termasuk kemungkinan mempertahankan sektor jalan tol sebagai bagian dari core business. Keputusan tentang entitas yang akan dipertahankan akan diambil setelah analisis menyeluruh terhadap prospek operasional dan daya saing di masa depan. Dony menekankan pentingnya pendekatan yang teliti dan berbasis data, bukan asal-asalan, untuk memastikan keberlangsungan perusahaan secara berkelanjutan.
Sebelum melakukan restrukturisasi utang, Danantara akan lebih dulu menyelesaikan proses merger empat BUMN Karya: Nindya Karya dengan Brantas Abipraya, serta Adhi Karya dengan PP (Persero). Proses merger ditargetkan selesai paling lambat akhir November 2026. Setelah itu, aset noninti akan dijual untuk menurunkan beban utang, sementara sisa kewajiban keuangan akan direstrukturisasi sesuai kemampuan pembayaran masing-masing entitas. Pendekatan ini dirancang agar perusahaan menjadi sehat secara finansial dan operasional.
Transformasi tidak hanya berhenti pada pengurangan utang dan merger. Danantara juga berencana mengubah pola pembiayaan dari korporasi menjadi berbasis proyek, sehingga setiap investasi dinilai berdasarkan potensi keuntungan secara individual. Perubahan ini harus diiringi perbaikan tata kelola perusahaan, termasuk penguatan tata kelola (governance) untuk memastikan keputusan bisnis didasarkan pada kinerja nyata, bukan hanya keinginan atau tekanan struktural. Dony menegaskan bahwa transformasi BUMN Karya harus menyentuh seluruh aspek, mulai dari keuangan hingga pengambilan keputusan strategis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Siapkan Aturan Keluar bagi Emiten Tak Penuhi Free Float 15%
Otoritas Jasa Keuangan siap menerapkan kebijakan keluar bagi emiten yang gagal penuhi ketentuan free float minimal 15%, dengan opsi perpanjangan, go private sukarela, hingga delisting.
8 Oktober 2026

38 UMKM Binaan Pertamina Perluas Pasar di INACRAFT 2026
Pertamina menghadirkan 38 UMKM binaan dalam pameran INACRAFT October 2026 untuk memperluas akses pasar dan memperkuat kemitraan bisnis.
8 Oktober 2026

Pemerintah Siapkan Inisiatif Baru Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Pemerintah sedang menyiapkan sejumlah kebijakan baru untuk mempermudah dunia usaha, fokus pada regulasi dan transformasi ekonomi, demi capai target pertumbuhan 6 persen di 2027.
8 Oktober 2026

Erni Buka Akses Perbankan Lewat Warung di Lareh Sago Halaban
Warung sederhana di Lareh Sago Halaban kini menjadi pusat layanan keuangan lewat BRILink Agen yang dikelola Erni, menjangkau warga dengan transaksi hingga 6.000 per bulan.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pemerintah Perkuat Pembiayaan Iklim Melalui Lima Sektor Strategis
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.23 WITA

Malaysia Didorong Hentikan Seruan Boikot Produk Indonesia
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.23 WITA

Pemerintah Siapkan Rekening dan Bantuan Pangan untuk 25 Juta Warga Desil 1-4
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.22 WITA

Defisit APBN September 2026 Capai 1,24% PDB
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.22 WITA

HIPPI Perkuat Kemandirian Ekonomi di Usia 50 Tahun
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.22 WITA

Danantara Dukung Impor KRL Bekas Jepang untuk Kebutuhan Publik
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.21 WITA

Prince Poetiray Tampil di GBK, Penuh Emosi dan Harapan
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.18 WITA

Anak-anak Ingin Bertemu Ayah dalam Formasi Lengkap, Kata Sarwendah
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.16 WITA

