HIPPI Perkuat Kemandirian Ekonomi di Usia 50 Tahun
HIPPI gelar Rakernas III dan peringatan 50 tahun dengan fokus pada kemandirian pengusaha nasional dan penguatan ekosistem ekonomi kerakyatan menuju Indonesia Emas 2045.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 21.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) menetapkan tahun ini sebagai tonggak penting dalam perjalanan organisasi, dengan menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III dan puncak peringatan 50 tahun di Jakarta. Acara yang digelar di The Ballroom at Djakarta Theater menampilkan tema utama “50 Tahun HIPPI: Bangkit, Mandiri, Indonesia Banget”, yang menjadi refleksi atas komitmen berkelanjutan untuk memperkuat posisi pengusaha pribumi dalam perekonomian nasional. Momentum ini dirancang sebagai ajang strategis untuk memperkuat solidaritas, memperluas jaringan kolaborasi, serta memperjelas arah kebijakan ekonomi berbasis kemandirian.
Di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu, HIPPI menekankan bahwa kedaulatan ekonomi tidak hanya diukur dari pertumbuhan bruto atau jumlah investasi, melainkan dari kemampuan pengusaha lokal menguasai sektor produksi, teknologi, pembiayaan, pasar, dan rantai pasok. Dalam lima dekade sejak berdiri pada 17 Agustus 1976, organisasi ini terus berjuang memastikan bahwa pelaku usaha nasional memiliki akses yang setara, kapasitas yang memadai, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan. Kini, tantangan baru muncul dari persaingan produk impor, perubahan rantai pasok, tekanan daya beli, dan transformasi digital yang cepat.
Untuk menjawab tantangan tersebut, HIPPI meluncurkan gerakan “Indonesia Banget” sebagai narasi ekonomi kolektif yang menekankan empat pilar utama: beli produk lokal, gunakan teknologi dan layanan dalam negeri, tingkatkan kapasitas produksi nasional, serta promosikan karya bangsa secara luas. Gerakan ini tidak hanya bertujuan membangkitkan kebanggaan nasional, tetapi juga mendorong perubahan perilaku konsumen dan pelaku usaha agar tidak hanya menjadi penerima, tetapi juga produsen dan inovator utama dalam ekosistem ekonomi Indonesia.
Rakernas kali ini dirancang sebagai platform integratif yang menghubungkan kebijakan, dunia usaha, sektor perbankan, akademisi, dan generasi muda. Acara diikuti lebih dari 600 peserta dari berbagai daerah, mencakup pengusaha, BUMN, perusahaan swasta, UMKM, serta lembaga pendidikan. Agenda utama mencakup evaluasi program organisasi, penetapan prioritas kerja nasional 2027, forum kebijakan ekonomi, pertemuan bisnis (business matching), serta penganugerahan HIPPI 50 Legacy Award sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi nyata dalam membangun ekonomi kerakyatan. Melalui kegiatan ini, HIPPI menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem usaha yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemandirian.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Siapkan Aturan Keluar bagi Emiten Tak Penuhi Free Float 15%
Otoritas Jasa Keuangan siap menerapkan kebijakan keluar bagi emiten yang gagal penuhi ketentuan free float minimal 15%, dengan opsi perpanjangan, go private sukarela, hingga delisting.
8 Oktober 2026

38 UMKM Binaan Pertamina Perluas Pasar di INACRAFT 2026
Pertamina menghadirkan 38 UMKM binaan dalam pameran INACRAFT October 2026 untuk memperluas akses pasar dan memperkuat kemitraan bisnis.
8 Oktober 2026

Pemerintah Siapkan Inisiatif Baru Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Pemerintah sedang menyiapkan sejumlah kebijakan baru untuk mempermudah dunia usaha, fokus pada regulasi dan transformasi ekonomi, demi capai target pertumbuhan 6 persen di 2027.
8 Oktober 2026

Danantara Tekankan Restrukturisasi Tuntas untuk WIKA dan Waskita
Danantara Indonesia menegaskan pentingnya pembenahan fundamental pada WIKA dan Waskita Karya, dengan restrukturisasi utang Rp34 triliun yang tidak hanya memperpanjang tenor, tetapi menyelesaikan akar masalah bisnis.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pemerintah Perkuat Pembiayaan Iklim Melalui Lima Sektor Strategis
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.23 WITA

Malaysia Didorong Hentikan Seruan Boikot Produk Indonesia
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.23 WITA

Erni Buka Akses Perbankan Lewat Warung di Lareh Sago Halaban
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.22 WITA

Pemerintah Siapkan Rekening dan Bantuan Pangan untuk 25 Juta Warga Desil 1-4
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.22 WITA

Defisit APBN September 2026 Capai 1,24% PDB
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.22 WITA

Danantara Dukung Impor KRL Bekas Jepang untuk Kebutuhan Publik
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.21 WITA

Prince Poetiray Tampil di GBK, Penuh Emosi dan Harapan
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.18 WITA

Anak-anak Ingin Bertemu Ayah dalam Formasi Lengkap, Kata Sarwendah
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.16 WITA

