Tindak Lanjut Putusan MK soal Gibran, Doli: Bergantung Konsensus Parpol
Penentuan kelanjutan status Gibran pasca-putusan MK ditentukan oleh konsensus pimpinan partai, bukan melalui mekanisme angket atau pansus di DPR.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menegaskan bahwa langkah selanjutnya terkait putusan Mahkamah Konstitusi mengenai Gibran Rakabuming Raka bersifat internal partai politik. Ia menekankan bahwa keputusan final mengenai nasib politik Gibran tidak berada dalam ranah institusi DPR, melainkan bergantung pada kesepakatan antar pimpinan parpol. Menurutnya, proses ini murni urusan politik internal, bukan ranah hukum atau lembaga legislatif secara formal.
Doli menolak anggapan bahwa DPR perlu membentuk pansus atau melayangkan angket sebagai respons terhadap putusan MK. Ia menilai langkah tersebut tidak perlu, karena persoalan ini sudah berada dalam proses internal partai. “Kepastian soal Gibran tergantung pada konsensus dan kesepakatan yang dibangun antar pimpinan parpol, terutama di DPR. Ini bukan masalah hukum semata, melainkan dinamika politik,” ujarnya saat dikonfirmasi di kompleks parlemen.
Ia juga menyampaikan tiga prinsip yang perlu menjadi pertimbangan para elite partai dalam menyikapi putusan MK. Pertama, keputusan harus berorientasi pada kepentingan rakyat. Kedua, kebijakan yang diambil harus memperhatikan konsistensi nilai dan prinsip partai. Ketiga, keputusan harus diambil secara kolektif, bukan berdasarkan kepentingan sepihak. Doli menekankan bahwa transparansi dan akuntabilitas tetap menjadi dasar dalam setiap keputusan politik.
Dalam konteks ini, Doli menilai bahwa upaya memakzulkan Gibran sebagai wakil presiden tidak akan efektif jika tidak didukung oleh konsensus lintas partai. Ia menegaskan bahwa mekanisme formal seperti pemakzulan memerlukan dukungan mayoritas dan kerja sama antar fraksi, yang saat ini belum terbentuk. Oleh karena itu, langkah terbaik adalah menyelesaikan persoalan melalui dialog internal dan konsensus politik yang matang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anak-anak Ingin Bertemu Ayah dalam Formasi Lengkap, Kata Sarwendah
Sarwendah menyampaikan keinginan putrinya untuk bertemu Ruben Onsu dalam formasi lengkap, namun mengaku terpaksa menghentikan upaya membujuk karena tekanan psikolog.
8 Oktober 2026

Perindo Bagikan Paket Sosial di HUT Ke-12
Dalam perayaan HUT ke-12, Partai Perindo menyalurkan paket makanan dan kudapan kepada masyarakat serta pengemudi ojek online di Jakarta.
8 Oktober 2026

Generasi Muda Harus Jadi Aktor Geopolitik, Bukan Hanya Penerima Dampak
Kesadaran geopolitik perlu dibangun sejak dini di kalangan generasi muda agar mampu membaca dinamika global dan berkontribusi bagi ketahanan nasional.
8 Oktober 2026

PDIP Jabar Tegaskan Aksi Copot Foto Gibran Sikap Pribadi
Ketua DPD PDIP Jawa Barat menegaskan tindakan wakil ketua DPRD Sukabumi menurunkan foto Wapres Gibran adalah keputusan pribadi, bukan instruksi partai.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

OJK Siapkan Aturan Keluar bagi Emiten Tak Penuhi Free Float 15%
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.23 WITA

Pemerintah Perkuat Pembiayaan Iklim Melalui Lima Sektor Strategis
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.23 WITA

38 UMKM Binaan Pertamina Perluas Pasar di INACRAFT 2026
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.23 WITA

Malaysia Didorong Hentikan Seruan Boikot Produk Indonesia
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.23 WITA

Pemerintah Siapkan Inisiatif Baru Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.23 WITA

Danantara Tekankan Restrukturisasi Tuntas untuk WIKA dan Waskita
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.22 WITA

Erni Buka Akses Perbankan Lewat Warung di Lareh Sago Halaban
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.22 WITA

Pemerintah Siapkan Rekening dan Bantuan Pangan untuk 25 Juta Warga Desil 1-4
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.22 WITA

