Generasi Muda Harus Jadi Aktor Geopolitik, Bukan Hanya Penerima Dampak
Kesadaran geopolitik perlu dibangun sejak dini di kalangan generasi muda agar mampu membaca dinamika global dan berkontribusi bagi ketahanan nasional.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kesadaran geopolitik bukan lagi monopoli para diplomat atau pemimpin negara, melainkan kewajiban semua warga, terutama generasi muda yang menjadi tulang punggung masa depan bangsa. Pernyataan ini disampaikan dalam kuliah umum di Institut Teknologi Bandung, di mana narasumber menekankan pentingnya memahami interaksi kekuatan global secara kritis dan strategis. Dengan dinamika dunia yang semakin saling terkait, peristiwa di luar negeri seperti gangguan di Selat Hormuz maupun krisis tambang Grasberg pada 2025 justru berdampak langsung pada kehidupan ekonomi dan sosial di Indonesia.
Ketidakmampuan membaca peristiwa global bukan sekadar kekurangan pengetahuan, tetapi bisa berujung pada keterbelakangan dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berpikir kritis yang mendorong masyarakat untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi juga menelusuri latar belakang, kepentingan, dan implikasinya terhadap kepentingan nasional. Salah satu metode yang disarankan adalah melalui lima pertanyaan mendasar: apa yang terjadi, mengapa terjadi, siapa yang terlibat, apa dampaknya, dan apa respons yang dapat diberikan. Pendekatan ini mendorong generasi muda menjadi aktor, bukan hanya objek dari arus informasi.
Untuk membangun fondasi tersebut, lima kompetensi utama perlu dikembangkan: kesadaran strategis, kemampuan berpikir kritis, pemahaman terhadap kepentingan nasional, kompetensi global, serta literasi digital. Kombinasi ini menjadi fondasi bagi kemandirian bangsa di tengah era teknologi yang kian menentukan daya saing. Dengan 66 juta jiwa berusia 15–29 tahun menurut data BPS 2025, Indonesia memiliki potensi besar, namun juga risiko tinggi jika generasi muda tidak dipersiapkan secara matang. Tanpa persiapan, mereka bisa terjebak dalam polarisasi, ketergantungan teknologi, dan kerentanan terhadap disinformasi.
Penguasaan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Indonesia harus mampu mencipta, mengembangkan, menguasai, dan mengamankan teknologi demi menjamin ketahanan nasional di masa depan. Dengan demikian, kesadaran geopolitik bukan sekadar wawasan, tetapi alat strategis untuk membentuk kebijakan, membangun ketahanan, dan mengarahkan peran Indonesia dalam kancah global. Harapan besar diletakkan pada perguruan tinggi, seperti ITB, sebagai pusat pencetak pemimpin yang adaptif, inovatif, dan mampu berkontribusi nyata.
Kesadaran geopolitik harus bertransformasi dari pengetahuan pasif menjadi respons aktif. Indonesia Emas 2045 bukan hanya visi masa depan, tetapi hasil dari keputusan, kesadaran, dan tindakan yang diambil hari ini. Generasi muda harus ditempatkan sebagai bagian utama dalam proses tersebut, bukan sebagai penonton, melainkan sebagai pelaku perubahan. Dengan begitu, keberadaan Indonesia di dunia tidak hanya diakui, tetapi juga dipengaruhi secara strategis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anak-anak Ingin Bertemu Ayah dalam Formasi Lengkap, Kata Sarwendah
Sarwendah menyampaikan keinginan putrinya untuk bertemu Ruben Onsu dalam formasi lengkap, namun mengaku terpaksa menghentikan upaya membujuk karena tekanan psikolog.
8 Oktober 2026

Tindak Lanjut Putusan MK soal Gibran, Doli: Bergantung Konsensus Parpol
Penentuan kelanjutan status Gibran pasca-putusan MK ditentukan oleh konsensus pimpinan partai, bukan melalui mekanisme angket atau pansus di DPR.
8 Oktober 2026

Perindo Bagikan Paket Sosial di HUT Ke-12
Dalam perayaan HUT ke-12, Partai Perindo menyalurkan paket makanan dan kudapan kepada masyarakat serta pengemudi ojek online di Jakarta.
8 Oktober 2026

PDIP Jabar Tegaskan Aksi Copot Foto Gibran Sikap Pribadi
Ketua DPD PDIP Jawa Barat menegaskan tindakan wakil ketua DPRD Sukabumi menurunkan foto Wapres Gibran adalah keputusan pribadi, bukan instruksi partai.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

OJK Siapkan Aturan Keluar bagi Emiten Tak Penuhi Free Float 15%
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.23 WITA

Pemerintah Perkuat Pembiayaan Iklim Melalui Lima Sektor Strategis
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.23 WITA

38 UMKM Binaan Pertamina Perluas Pasar di INACRAFT 2026
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.23 WITA

Malaysia Didorong Hentikan Seruan Boikot Produk Indonesia
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.23 WITA

Pemerintah Siapkan Inisiatif Baru Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.23 WITA

Danantara Tekankan Restrukturisasi Tuntas untuk WIKA dan Waskita
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.22 WITA

Erni Buka Akses Perbankan Lewat Warung di Lareh Sago Halaban
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.22 WITA

Pemerintah Siapkan Rekening dan Bantuan Pangan untuk 25 Juta Warga Desil 1-4
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.22 WITA

