PDIP Jabar Tegaskan Aksi Copot Foto Gibran Sikap Pribadi
Ketua DPD PDIP Jawa Barat menegaskan tindakan wakil ketua DPRD Sukabumi menurunkan foto Wapres Gibran adalah keputusan pribadi, bukan instruksi partai.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, menegaskan bahwa tindakan Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PDIP, Rojab Asy'ari, menurunkan foto Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dari ruang kerjanya bukan bentuk sikap resmi partai. Menurutnya, keputusan tersebut murni merupakan inisiatif pribadi tanpa arahan dari struktur partai, baik di tingkat DPC, DPD, maupun DPP.
Ono menyampaikan bahwa tidak ada instruksi formal dari internal PDIP terkait penurunan foto tersebut. Ia menekankan bahwa partai secara konsisten tidak memiliki kepentingan dalam polemik ijazah Gibran yang sempat menjadi perbincangan publik setelah putusan Mahkamah Konstitusi. "Itu murni sikap dan tindakan pribadi dari yang bersangkutan, tanpa ada arahan dari struktur partai," tegasnya.
Ia mengungkapkan bahwa dinamika publik terkait keputusan MK bisa jadi menjadi latar belakang perbuatan Rojab, namun PDIP tetap menjaga netralitas dan menghormati keputusan lembaga konstitusi. "Kami menghargai keputusan MK sebagai lembaga yang sah, dan menempatkan permasalahan itu sebagai informasi yang berkembang di ruang publik," ujar Ono.
Meski menegaskan sikap pribadi, Ono belum memastikan apakah PDIP akan mengambil langkah internal terhadap kader tersebut. Ia menyatakan DPD Jabar akan mendalami alasan dan motivasi Rojab sebelum menentukan langkah selanjutnya. "Kami akan menggali lebih dalam, termasuk mengetahui konteks dan dasar pertimbangan yang mendasari tindakannya," kata dia.
Ono menegaskan bahwa jika terdapat indikasi pelanggaran aturan partai, mekanisme internal akan diterapkan. Namun, hingga saat ini, tidak ada indikasi bahwa aksi tersebut melanggar kebijakan resmi PDIP. "Jika ada kaitan dengan kebijakan partai, pasti akan ada proses sesuai aturan. Tapi untuk saat ini, tetap sebagai tindakan personal," pungkasnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anak-anak Ingin Bertemu Ayah dalam Formasi Lengkap, Kata Sarwendah
Sarwendah menyampaikan keinginan putrinya untuk bertemu Ruben Onsu dalam formasi lengkap, namun mengaku terpaksa menghentikan upaya membujuk karena tekanan psikolog.
8 Oktober 2026

Tindak Lanjut Putusan MK soal Gibran, Doli: Bergantung Konsensus Parpol
Penentuan kelanjutan status Gibran pasca-putusan MK ditentukan oleh konsensus pimpinan partai, bukan melalui mekanisme angket atau pansus di DPR.
8 Oktober 2026

Perindo Bagikan Paket Sosial di HUT Ke-12
Dalam perayaan HUT ke-12, Partai Perindo menyalurkan paket makanan dan kudapan kepada masyarakat serta pengemudi ojek online di Jakarta.
8 Oktober 2026

Generasi Muda Harus Jadi Aktor Geopolitik, Bukan Hanya Penerima Dampak
Kesadaran geopolitik perlu dibangun sejak dini di kalangan generasi muda agar mampu membaca dinamika global dan berkontribusi bagi ketahanan nasional.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

OJK Siapkan Aturan Keluar bagi Emiten Tak Penuhi Free Float 15%
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.23 WITA

Pemerintah Perkuat Pembiayaan Iklim Melalui Lima Sektor Strategis
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.23 WITA

38 UMKM Binaan Pertamina Perluas Pasar di INACRAFT 2026
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.23 WITA

Malaysia Didorong Hentikan Seruan Boikot Produk Indonesia
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.23 WITA

Pemerintah Siapkan Inisiatif Baru Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.23 WITA

Danantara Tekankan Restrukturisasi Tuntas untuk WIKA dan Waskita
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.22 WITA

Erni Buka Akses Perbankan Lewat Warung di Lareh Sago Halaban
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.22 WITA

Pemerintah Siapkan Rekening dan Bantuan Pangan untuk 25 Juta Warga Desil 1-4
Kamis, 8 Oktober 2026, 21.22 WITA

