Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pelindo dan Pelni Tak Akan Digabung, Disebut Punya Model Bisnis Berbeda

COO Danantara Indonesia menegaskan Pelindo dan Pelni tidak akan digabung karena perbedaan esensi industri, meski keduanya beroperasi di sektor maritim.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 09.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Pelindo dan Pelni Tak Akan Digabung, Disebut Punya Model Bisnis Berbeda📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kegiatan penggabungan dua BUMN besar, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), dipastikan tidak akan terjadi. Hal ini ditegaskan langsung oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengatur (BP) BUMN. Ia menekankan bahwa kedua entitas tersebut memiliki model bisnis yang fundamental berbeda, sehingga tidak memungkinkan untuk digabung dalam satu struktur manajemen.

Pelindo, kata Dony, berfokus pada pengelolaan infrastruktur pelabuhan sebagai pusat logistik dan distribusi. Sementara Pelni beroperasi di bidang transportasi laut, menyediakan layanan pelayaran penumpang dan kargo antar wilayah. Meskipun keduanya bergerak di kawasan perairan, perbedaan fungsi strategis dan arah operasional membuat integrasi tidak relevan secara bisnis maupun operasional.

Ia menambahkan bahwa kedua perusahaan telah menerapkan tata kelola yang baik dan telah menunjukkan performa solid di masing-masing sektor. Kehadiran best practice di kedua entitas menjadi salah satu alasan utama tidak dilakukannya merger. “Pelindo adalah port industry, sedangkan Pelni adalah pelayaran. Keduanya tidak bisa disatukan, meski sama-sama berada di laut,” tegasnya dalam pertemuan di Jakarta.

Dony juga menjelaskan bahwa strategi perampingan BUMN yang digulirkan oleh Danantara hanya akan diterapkan pada perusahaan dengan industri dan model bisnis yang sejenis. Contohnya, konsolidasi di sektor asuransi, manajemen aset, serta pengelolaan kawasan industri. Pendekatan ini dinilai akan meningkatkan efisiensi operasional dan menciptakan nilai tambah bagi ekosistem BUMN secara keseluruhan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya