Dampak Freeze MSCI Kini Terbatas, OJK: Reformasi Sudah Memenuhi Kriteria
OJK menegaskan dampak pembekuan pasar saham Indonesia oleh MSCI kini terbatas karena reformasi transparansi dan likuiditas telah memenuhi standar global.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 23.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa potensi dampak dari keputusan review MSCI pada bulan November mendatang terhadap pasar modal dalam negeri kini jauh lebih terkendali dibandingkan periode sebelumnya. Meski tidak memberikan prediksi terkait kemungkinan pencabutan pembekuan, OJK menekankan bahwa sejumlah perbaikan struktural telah dilakukan secara konsisten, termasuk peningkatan transparansi kepemilikan saham dan peningkatan kriteria aksesibilitas pasar.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa otoritas tidak pernah melakukan intervensi terhadap keputusan independen para analis indeks global. Ia menekankan bahwa keberadaan metodologi dan kriteria penilaian dari penyedia indeks seperti MSCI maupun FTSE Russell telah dipublikasikan secara terbuka. “Kami tidak berupaya memengaruhi objektivitas dan independensi para analis, tetapi kami mengharapkan penilaian dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan secara transparan,” tegasnya dalam konferensi di Jakarta.
Reformasi yang telah dilakukan mencakup pelaporan kepemilikan saham di atas 1%, pengelompokan klasifikasi investor hingga 39 jenis, penerapan pengumuman saham HSC, serta kenaikan standar free float minimum. Langkah-langkah ini dinilai telah mendorong Indonesia menjadi salah satu pasar dengan tingkat transparansi paling tinggi di kawasan. Hasilnya, FTSE Russell baru-baru ini mempertahankan posisi Indonesia dalam kategori secondary emerging market dan tidak memasukkannya ke dalam watchlist, sekaligus memberi apresiasi atas kemajuan integritas pasar.
Hasan menilai bahwa meski pembekuan menghambat masuknya saham baru ke dalam indeks global, dampaknya kini terbatas karena mayoritas saham Indonesia yang masih menjadi anggota indeks memiliki kapitalisasi besar, fundamental kuat, dan likuiditas tinggi. Berdasarkan analisis internal OJK, ruang keluarnya saham-saham tersebut dari indeks sangat terbatas. “Kami optimistis, meskipun terjadi perubahan, dampaknya terhadap pasar modal nasional akan jauh lebih terkendali dibandingkan pada awal tahun atau pertengahan 2026,” ujarnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BEI Perketat Syarat IPO untuk Jaga Kualitas Emite
BEI perbarui aturan pencatatan saham dengan kenaikan standar keuangan dan kewajiban laba, mulai berlaku 9 Oktober 2026.
8 Oktober 2026

MAMI Perkuat Kredibilitas dengan 6 Penghargaan Internasional
PT Manulife Aset Manajemen Indonesia meraih enam penghargaan di ajang The Asset Benchmark Research Awards 2026, mencerminkan keunggulan strategi investasi dan manajemen risiko dalam pasar obligasi lokal.
8 Oktober 2026

Industri Harus Jadi Pendorong Ekonomi dan Pencipta Kerja
Menteri Perindustrian menekankan peran strategis sektor industri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan menciptakan lapangan kerja, dengan target kontribusi manufaktur lebih dari 20 persen terhadap PDB.
8 Oktober 2026

Bantuan Keuangan Provinsi Rp325 Miliar Disalurkan ke 30 Kabupaten/Kota Sumut
Pemprov Sumut menyalurkan bantuan keuangan provinsi senilai Rp325 miliar untuk mendukung pembangunan merata dan percepatan program strategis di 30 kabupaten/kota.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

Bechi Kembali Dipenjara, Ditempatkan di Sel Khusus
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.22 WITA

Bupati Klaten: Karakter Anak Tak Bisa Digantikan AI
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.21 WITA

KPK Periksa Pejabat Terkait Proyek Jalan di Sumut
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.21 WITA

Hery Susanto Bantah Terima Uang dalam Kasus Tambang Nikel
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.21 WITA

Pengendara Motor Diminta Patuhi Jalur Aman di Kolong Flyover Pesing
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.20 WITA

Makan Bersama Keluarga Dorong Kecerdasan Anak Secara Holistik
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.20 WITA

Menko AHY Dorong Studi Desalinasi untuk Atasi Krisis Air di Balikpapan
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.20 WITA

PKSS Perkuat Profesionalisme Satpam Lewat Pelatihan dan Jambore Nasional
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.19 WITA

