Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pabrik Tepung Telur dan Daging Siap Dibangun 2027

Pemerintah menyiapkan pembangunan pabrik pengolahan tepung telur dan daging mulai 2027 untuk menyerap surplus peternakan dan kurangi ketergantungan impor.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 17.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 45x dibuka
Pabrik Tepung Telur dan Daging Siap Dibangun 2027📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah mempersiapkan pembangunan fasilitas pengolahan tepung telur dan tepung daging yang ditargetkan dimulai pada tahun depan, dengan penyelesaian dalam jangka waktu 1,5 hingga dua tahun. Proyek ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem peternakan yang terintegrasi, mulai dari produksi hulu hingga nilai tambah di hilir. Tujuannya adalah menyerap hasil surplus peternakan yang selama ini berpotensi menurunkan harga jual dan merugikan peternak.

Pembahasan rencana ini telah dilakukan secara intensif oleh Menteri Pertanian bersama Kepala BP BUMN dan Menteri Perdagangan. Dengan berdirinya pabrik, diharapkan kebutuhan pasar dalam negeri terhadap produk tersebut dapat dipenuhi secara mandiri, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap impor. Hal ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan peternak skala kecil maupun menengah.

Dengan pengolahan hasil ternak menjadi produk bernilai tinggi, surplus produksi tidak lagi menjadi beban, melainkan sumber pendapatan baru. Pemerintah menegaskan bahwa pabrik ini bukan solusi sementara, tetapi upaya fundamental untuk menciptakan ketahanan pangan dan menekan pengeluaran devisa akibat impor produk hasil peternakan.

Kebijakan ini juga diharapkan mampu menghilangkan gejolak pasar yang sering terjadi akibat fluktuasi harga akibat lonjakan produksi. Dengan penyerapan yang terjamin melalui industri pengolahan, peternak dapat memperoleh harga yang lebih stabil, sehingga meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan usaha.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya