60 Kawasan Industri Baru Siap Dikembangkan Luar Jawa
Pemerintah menyiapkan pengembangan 60 kawasan industri baru di luar Pulau Jawa untuk mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi dan daya saing nasional.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 10x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah tengah menyusun strategi pengembangan sekitar 60 kawasan industri baru di berbagai wilayah Indonesia, dengan fokus utama pada daerah di luar Pulau Jawa. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menyeimbangkan distribusi aktivitas industri guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata secara geografis. Tujuannya adalah mengurangi konsentrasi kawasan produksi yang selama ini terpusat di pulau besar, sehingga peluang ekonomi bisa dirasakan di berbagai daerah.
Pengembangan kawasan industri tidak hanya melibatkan penyediaan lahan, tetapi juga perencanaan menyeluruh terhadap infrastruktur pendukung. Ketersediaan listrik, akses pelabuhan, jaringan transportasi, serta pasokan bahan baku menjadi elemen krusial yang harus diprioritaskan sejak awal. Kekurangan salah satu komponen ini dapat menghambat daya tarik investor dan menekan efisiensi operasional perusahaan yang berencana berdiri di kawasan tersebut.
Menteri Perindustrian menekankan bahwa pemerintah memiliki peran sentral dalam memastikan ketersediaan infrastruktur dasar sebagai fondasi utama bagi keberhasilan kawasan industri. Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, upaya pengembangan akan sulit berjalan optimal. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kawasan industri bukan hanya ditentukan oleh jumlah bangunan, tetapi juga oleh kualitas ekosistem yang dibangun di sekitarnya.
Pengembangan kawasan ini juga diharapkan mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah, sekaligus memperkuat rantai pasok industri nasional. Pemerintah menekankan pentingnya menyesuaikan lokasi kawasan dengan potensi lokal, baik sumber daya alam maupun keahlian tenaga kerja, agar keberlangsungan industri berkelanjutan. Dengan pendekatan yang holistik, tujuan akhirnya adalah menciptakan ekonomi yang lebih inklusif dan berdaya saing tinggi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

SPBU Shell Indonesia Resmi Berganti Pemilik Tahun Ini
Pemisahan hukum dan pengalihan kepemilikan SPBU Shell ke PT Isla Energy Indonesia mulai 30 Oktober 2026, tanpa gangguan layanan bagi konsumen.
9 Oktober 2026

Fortu Digital Dorong Percetakan Beralih ke Solusi Digital
Perusahaan teknologi visual Fortu Digital mengajak pelaku percetakan beralih ke layanan digital signage dan videotron melalui kemitraan strategis di ajang ALLPRINT Expo 2026.
9 Oktober 2026

Penghargaan Energi Subroto 2026 Buka Pendaftaran Tokoh Penggerak Energi
Penghargaan Energi Subroto 2026 membuka pendaftaran kategori Tokoh Penggerak Energi hingga 17 Oktober 2026 untuk individu berkontribusi nyata di sektor energi dan sumber daya mineral.
9 Oktober 2026

Pembayaran Pensiun Langsung ke Rekening Dimulai 2027
Pemerintah menyiapkan transformasi sistem pembayaran pensiun langsung ke rekening pribadi mulai 2027 melalui skema G2P Payment.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

IMX 2026 Resmi Dibuka dengan Aksi Legenda JDM
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.40 WITA

Ojol Masuk Aturan Hukum Nasional Lewat RUU LLAJ
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.40 WITA

IMX 2026 Dorong Regenerasi Ilmu Otomotif Lewat Kolaborasi Legenda dan Generasi Muda
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.40 WITA

iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Hadir di Indonesia
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.37 WITA

Tiga Peneliti Keselamatan OpenAI Dipecat Usai Soroti Kekhawatiran AI
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.35 WITA

Google Batasi Akses AI Gemini untuk Pengguna Gratis
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.35 WITA

Presiden COP31 Soroti Krisis Iklim sebagai Ancaman Nyata
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.35 WITA

Pabrik Tepung Telur dan Daging Siap Dibangun 2027
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.35 WITA

