Pria Ditangkap di Miami Karena Selundupkan 10 Burung Hidup dalam Celana Dalam
Seorang warga Kuba yang tinggal secara sah di AS ditangkap di Bandara Miami karena menyelundupkan 10 burung hidup tersembunyi di dalam pakaian dalamnya.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 21.17 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Seorang pria asal Kuba, Alberto Hernandez Castillo, diamankan petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat setelah tiba dari Kuba di Bandara Internasional Miami pada Minggu (4/10). Penyelidikan awal dipicu oleh kecurigaan terhadap tonjolan mencurigakan pada tubuhnya, yang memicu pemeriksaan sekunder. Saat dimintai keterangan, Castillo hanya menyebutkan satu tas jinjing dan satu tas pinggang sebagai barang bawaannya, serta menjawab “tidak” untuk semua pertanyaan dalam formulir deklarasi bea cukai, termasuk perihal bawaan hewan atau satwa liar.
Dalam proses pemeriksaan lebih lanjut, petugas menemukan enam wadah plastik silinder berbentuk bening yang dibungkus selotip dan dilengkapi jaring hitam di bagian lubangnya. Wadah-wadah tersebut disembunyikan di dalam kantong hitam yang dijahit pada pakaian dalam Castillo. Setelah dibuka, ditemukan total 10 burung hidup, terdiri dari delapan ekor yellow faced grassquit dan dua ekor blue grosbeak—spesies yang sering menjadi korban perdagangan ilegal. Tidak ada dokumen resmi yang dapat dipertunjukkan untuk mendukung keabsahan impor satwa tersebut.
Castillo mengaku burung-burung itu dibawa untuk keperluan pribadi, namun menolak memberikan keterangan lebih lanjut setelah itu, menggunakan hak untuk tetap diam. Ia kemudian dikenai dakwaan atas tindak pidana penyelundupan barang, dengan status sebagai penduduk tetap sah Amerika Serikat. Dalam sidang awal di pengadilan federal Miami, Castillo diberikan jaminan pribadi sebesar US$25.000 (sekitar Rp448 juta) untuk sementara waktu, sementara sidang perdana dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober mendatang.
Kasus ini menyoroti kerentanan sistem pengawasan perbatasan terhadap modus penyelundupan yang menggunakan metode kreatif dan tersembunyi, terutama dalam perdagangan satwa liar ilegal. Penemuan burung-burung tersebut juga menegaskan kembali pentingnya pemeriksaan menyeluruh terhadap pelancong dari wilayah dengan risiko tinggi terhadap aktivitas perdagangan satwa liar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

AS Siarkan Langsung Eksekusi Mati Mantan Prajurit Pengkhianat
Amerika Serikat akan menyiarkan secara langsung eksekusi mati terhadap Nidal Hasan, mantan tentara yang membunuh 13 orang di Fort Hood pada 2009, sebagai bagian dari kebijakan hukuman publik.
9 Oktober 2026

Napi Perempuan Selamat dari Eksekusi Mati Dua Kali di Tennessee
Seorang narapidana perempuan di Tennessee, Christa Pike, bertahan hidup setelah dua suntikan mematikan gagal menghentikan jantungnya dalam proses eksekusi yang berlangsung pada 30 September.
9 Oktober 2026

Agen Imigrasi Tembak Warga di New York, Ada Anak di Mobil
Seorang warga terluka akibat tembakan agen Imigrasi AS di New York, saat petugas mengepung mobil yang diklaim sebagai target imigran ilegal dengan catatan kriminal.
9 Oktober 2026

Billy Syahputra Siap Tuntut Pelaku Sebar Video Anaknya
Presenter Billy Syahputra akan melaporkan pihak yang menyebarkan rekaman video berisi wajah anaknya di media sosial, karena dinilai melanggar privasi dan hukum perlindungan data pribadi.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

A7X Siap Guncang Jakarta dengan Konser Spektakuler
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.30 WITA

Wristband Konser A7X di JIS Harus Dipertukarkan Sebelum Hari H
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.29 WITA

Rupiah Menguat ke Rp17.899 di Akhir Pekan
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.15 WITA

Honda Perkenalkan Sistem Hybrid Baru dengan Nama Seragam Global
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.15 WITA

Pemerintah Cairkan Rp20 Triliun untuk Stabilkan BPJS Kesehatan
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.15 WITA

Digitalisasi Haji Dimulai dari Data Kependudukan Nasional
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.14 WITA

KH Ismail Ghofur Bantah Hadir di Kegiatan di MPR RI
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.14 WITA
Bobby Nasution Jaga Konsistensi sebagai Kader Gerindra
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.14 WITA

