Utang Pemerintah 70,2% dalam Rupiah, Jaga Stabilitas Risiko Valas
Komposisi utang pemerintah sebesar 70,2% dalam rupiah menjamin ketahanan terhadap fluktuasi nilai tukar dolar AS.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 8x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah menegaskan bahwa fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak akan mengganggu stabilitas keuangan negara, terutama terkait kewajiban utang yang telah diterbitkan hingga semester pertama 2026. Dalam struktur utang tersebut, sebesar 70,2% atau senilai Rp10.293,69 triliun berdenominasi rupiah, sementara sisanya 29,8% dalam valuta asing.
Dengan dominasi utang rupiah, risiko eksposur terhadap depresiasi mata uang asing tetap terkendali. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menegaskan bahwa kebijakan alokasi denominasi utang terus diatur secara proporsional sesuai profil risiko portofolio, memastikan keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan dan ketahanan fiskal.
Pada tahun 2025, komposisi utang valas didominasi dolar AS sebesar 19,81%, disusul yen Jepang (2,71%), euro (5,94%), serta mata uang lainnya (0,5%). Pendekatan ini dirancang untuk meminimalkan dampak volatilitas kurs terhadap pembayaran kewajiban jangka panjang.
Pendapatan negara yang berasal dari sektor pajak dan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari aktivitas ekspor maupun transaksi lintas batas, yang diterima dalam valas, juga menjadi faktor pendukung dalam memenuhi kewajiban pembayaran jatuh tempo, terlepas dari fluktuasi kurs.
Sementara itu, pada hari ini, rupiah menunjukkan kekuatan dengan bergerak di level Rp17.855 per dolar AS, menguat 0,20% dibandingkan penutupan sebelumnya. Indeks dolar AS (DXY) juga melemah 0,15% ke posisi 101,988 pada pukul 09.00 WIB, menunjukkan tekanan yang relatif terkendali terhadap mata uang lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Target Lifting Migas 2027 Ditetapkan, Tantangan Operasional Jadi Sorotan
DPR resmi menetapkan target lifting minyak 612.500 barel per hari dan gas 954.000 BOEPD untuk 2027, seiring peringatan terhadap risiko operasional dan regulasi yang mengancam realisasi.
9 Oktober 2026

Impor Harus Selektif untuk Lindungi Industri Dalam Negeri
Menteri Perindustrian menekankan pentingnya kebijakan impor yang selektif guna menjaga daya saing industri domestik tanpa menghambat kebutuhan bahan baku dan modal produksi.
9 Oktober 2026

Pemerintah Salurkan Bansos Rp115,8 Triliun, Capai 71,2% Target APBN 2026
Hingga September 2026, penyaluran bantuan sosial mencapai Rp115,8 triliun, memenuhi 71,2% dari target anggaran tahunan.
9 Oktober 2026

Pemerintah Pertimbangkan Emisi Obligasi Global Akhir 2026
Pemerintah mempertimbangkan penerbitan surat utang global pada akhir 2026 dengan mempertimbangkan dinamika pasar keuangan global dan kesiapan hukum serta operasional.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

IMX 2026 Resmi Dibuka dengan Aksi Legenda JDM
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.40 WITA

Ojol Masuk Aturan Hukum Nasional Lewat RUU LLAJ
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.40 WITA

IMX 2026 Dorong Regenerasi Ilmu Otomotif Lewat Kolaborasi Legenda dan Generasi Muda
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.40 WITA

iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Hadir di Indonesia
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.37 WITA

Tiga Peneliti Keselamatan OpenAI Dipecat Usai Soroti Kekhawatiran AI
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.35 WITA

Google Batasi Akses AI Gemini untuk Pengguna Gratis
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.35 WITA

Presiden COP31 Soroti Krisis Iklim sebagai Ancaman Nyata
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.35 WITA

Pabrik Tepung Telur dan Daging Siap Dibangun 2027
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.35 WITA

