Pemerintah Salurkan Bansos Rp115,8 Triliun, Capai 71,2% Target APBN 2026
Hingga September 2026, penyaluran bantuan sosial mencapai Rp115,8 triliun, memenuhi 71,2% dari target anggaran tahunan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 17.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 21x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah telah menyalurkan bantuan sosial senilai Rp115,8 triliun hingga 30 September 2026, mencatat realisasi sebesar 71,2% dari total anggaran APBN tahun ini. Penyaluran ini meliputi berbagai program prioritas yang dirancang untuk menopang kebutuhan dasar masyarakat rentan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan hingga kesehatan.
Dari total tersebut, Program Indonesia Pintar (PIP) telah menjangkau 16 juta siswa dari keluarga miskin dan rentan, dengan alokasi dana sebesar Rp11,1 triliun untuk mendukung akses pendidikan. Sementara itu, Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah telah menyalurkan dana Rp14,4 triliun kepada 878 ribu mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, guna menjamin kelangsungan studi mereka.
Untuk mendukung kebutuhan hidup minimal, Program Keluarga Harapan (PKH) telah membantu 10 juta keluarga penerima manfaat dengan penyaluran dana sebesar Rp21,8 triliun. Selain itu, Program Sembako telah menjangkau 17,6 juta keluarga penerima manfaat dengan total dana Rp28,2 triliun untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok.
Penyaluran juga mencakup Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang telah memberikan akses layanan kesehatan kepada 96,7 juta peserta dengan nilai total Rp34,7 triliun. Selain itu, dana sebesar Rp5,6 triliun digunakan untuk asistensi, rehabilitasi, dan penanggulangan bencana, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial di tengah tantangan ekonomi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Target Lifting Migas 2027 Ditetapkan, Tantangan Operasional Jadi Sorotan
DPR resmi menetapkan target lifting minyak 612.500 barel per hari dan gas 954.000 BOEPD untuk 2027, seiring peringatan terhadap risiko operasional dan regulasi yang mengancam realisasi.
9 Oktober 2026

Impor Harus Selektif untuk Lindungi Industri Dalam Negeri
Menteri Perindustrian menekankan pentingnya kebijakan impor yang selektif guna menjaga daya saing industri domestik tanpa menghambat kebutuhan bahan baku dan modal produksi.
9 Oktober 2026

Pemerintah Pertimbangkan Emisi Obligasi Global Akhir 2026
Pemerintah mempertimbangkan penerbitan surat utang global pada akhir 2026 dengan mempertimbangkan dinamika pasar keuangan global dan kesiapan hukum serta operasional.
9 Oktober 2026

BI Tegaskan Insentif Kredit Hanya untuk Bank yang Aktif Menyalurkan Dana
Bank Indonesia menetapkan insentif pengurangan giro wajib minimum hingga 2% bagi perbankan yang menyalurkan kredit secara optimal dan tidak berlebihan menempatkan dana di surat berharga negara maupun SRBI.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

IMX 2026 Resmi Dibuka dengan Aksi Legenda JDM
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.40 WITA

Ojol Masuk Aturan Hukum Nasional Lewat RUU LLAJ
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.40 WITA

IMX 2026 Dorong Regenerasi Ilmu Otomotif Lewat Kolaborasi Legenda dan Generasi Muda
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.40 WITA

iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Hadir di Indonesia
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.37 WITA

Tiga Peneliti Keselamatan OpenAI Dipecat Usai Soroti Kekhawatiran AI
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.35 WITA

Google Batasi Akses AI Gemini untuk Pengguna Gratis
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.35 WITA

Presiden COP31 Soroti Krisis Iklim sebagai Ancaman Nyata
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.35 WITA

Pabrik Tepung Telur dan Daging Siap Dibangun 2027
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.35 WITA

