KH Ismail Ghofur Bantah Hadir di Kegiatan di MPR RI
Rais Syuriyah PWNU Kalbar menegaskan tidak pernah menghadiri Halaqoh Kebangsaan dan Silaturrahmi Alumni IKAPETE di Gedung MPR RI serta pertemuan di Hotel Royal Kuningan pada 8 Agustus 2026.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 21.14 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Ketua Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Barat, KH Muhammad Isma'il Ghofur, secara tegas membantah kabar yang menyebutkan dirinya hadir dalam kegiatan Halaqoh Kebangsaan dan Silaturrahmi Alumni IKAPETE yang digelar di Gedung MPR RI. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan menimbulkan kesalahpahaman di publik. Pernyataan ini disampaikan melalui surat resmi yang dikeluarkan pada 8 Oktober 2026.
KH Ismail Ghofur menegaskan bahwa dirinya tidak pernah hadir dalam kegiatan tersebut, baik melalui rombongan penerbangan Lion Air nomor IU 691 maupun dengan moda transportasi lain secara mandiri. Ia juga menyatakan bahwa tidak ada keterlibatan langsung dalam agenda yang disebutkan, termasuk pertemuan di Hotel Royal Kuningan pada tanggal 8 Agustus 2026. Pernyataan ini dibuat untuk menanggapi persebaran informasi yang keliru di sejumlah media massa.
Selain KH Ismail Ghofur, H. Nazril Hijar, Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Kayong Utara, serta Faruki selaku Ketua PCNU Kota Pontianak dan KH Nasri dari Rais Syuriah Sanggau juga turut dikaitkan dalam kegiatan tersebut. Namun, ketiga tokoh tersebut tidak menyalahkan pihak lain atas penyebaran informasi yang tidak akurat. Mereka meminta agar masyarakat tidak mudah percaya pada berita tanpa verifikasi.
Pernyataan resmi ini dimaksudkan untuk melindungi marwah organisasi Nahdlatul Ulama dari opini yang menyesatkan. KH Ismail Ghofur menegaskan bahwa sikapnya selalu berdasarkan prinsip kejujuran dan menjaga nama baik lembaga NU. Ia menekankan bahwa kehadiran tokoh NU dalam setiap kegiatan harus dilihat dari sisi legalitas dan keabsahan data, bukan hanya dari spekulasi atau unggahan media sosial.
Pernyataan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kredibilitas organisasi dalam konteks politik dan kelembagaan. Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan publik dapat memahami bahwa kehadiran tokoh NU dalam kegiatan publik harus berdasarkan dokumen resmi dan bukti kehadiran yang dapat diverifikasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Digitalisasi Haji Dimulai dari Data Kependudukan Nasional
Pemerintah memperkuat verifikasi jemaah haji melalui integrasi data kependudukan berbasis biometrik, didukung oleh Surat Edaran Bersama tiga kementerian.
9 Oktober 2026
Bobby Nasution Jaga Konsistensi sebagai Kader Gerindra
Gubernur Sumut Bobby Nasution tegaskan setia pada Partai Gerindra meski mertuanya resmi bergabung dengan PSI sejak 2025.
9 Oktober 2026

Yusril Menolak Berkomentar soal Ijazah Gibran karena Atasan Langsung
Menteri Koordinator Hukum menegaskan tidak layak berkomentar terkait putusan MK soal ijazah Wakil Presiden, mengingat posisinya sebagai bawahan dalam struktur kabinet.
9 Oktober 2026

Kemendagri Perkuat Kepastian Hukum Lewat Harmonisasi Regulasi Awal
Kemendagri gencar mendorong harmonisasi regulasi sejak tahap perencanaan untuk kurangi tumpang tindih dan tingkatkan iklim usaha di daerah.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

A7X Siap Guncang Jakarta dengan Konser Spektakuler
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.30 WITA

Wristband Konser A7X di JIS Harus Dipertukarkan Sebelum Hari H
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.29 WITA

AS Siarkan Langsung Eksekusi Mati Mantan Prajurit Pengkhianat
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.18 WITA

Pria Ditangkap di Miami Karena Selundupkan 10 Burung Hidup dalam Celana Dalam
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.17 WITA

Napi Perempuan Selamat dari Eksekusi Mati Dua Kali di Tennessee
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.17 WITA

Agen Imigrasi Tembak Warga di New York, Ada Anak di Mobil
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.16 WITA

Rupiah Menguat ke Rp17.899 di Akhir Pekan
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.15 WITA

Honda Perkenalkan Sistem Hybrid Baru dengan Nama Seragam Global
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.15 WITA

