Yusril Menolak Berkomentar soal Ijazah Gibran karena Atasan Langsung
Menteri Koordinator Hukum menegaskan tidak layak berkomentar terkait putusan MK soal ijazah Wakil Presiden, mengingat posisinya sebagai bawahan dalam struktur kabinet.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 21.13 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan secara tegas tidak merasa berhak memberikan komentar terkait hasil putusan Mahkamah Konstitusi mengenai keabsahan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan bahwa sebagai anggota kabinet, Gibran merupakan atasan langsung dalam struktur pemerintahan, sehingga ia merasa tidak pantas mengomentari persoalan yang menyangkut jabatan tersebut.
Dalam paparannya di Jakarta, Yusril menjelaskan bahwa meski memiliki latar belakang pendidikan hukum tata negara, ia tetap mempertimbangkan hierarki dan kewenangan yang berlaku dalam sistem pemerintahan. “Saya merasa tidak pada posisi untuk menyampaikan pendapat mengenai persoalan ini, meskipun secara akademik saya memahami aspek hukumnya,” ujarnya. Ia menekankan bahwa semua keputusan hukum harus dibiarkan berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
Yusril menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada lembaga yang berwenang, termasuk Mahkamah Konstitusi dan Pengadilan Tata Usaha Negara yang sedang memproses perkara. Ia juga menolak memberikan respons terhadap isu pemakzulan terhadap Wakil Presiden, menegaskan bahwa sebagai menteri, ia tidak memiliki kewenangan untuk menilai langkah-langkah politik yang diambil oleh DPR. “Kami hanya menjalankan arahan presiden dan tetap menjaga kedisiplinan institusi,” tegasnya.
Di sisi lain, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menyampaikan sikapnya secara langsung. Ia menyatakan menghargai seluruh proses hukum yang sedang berjalan di MK dan menegaskan komitmennya untuk tetap fokus menjalankan tugas sebagai wakil presiden. “Kami menghormati semua tahapan yang ada. Sekarang yang terpenting adalah bekerja untuk masyarakat dan mendukung visi serta program Presiden sebagai pimpinan kami,” ujarnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Digitalisasi Haji Dimulai dari Data Kependudukan Nasional
Pemerintah memperkuat verifikasi jemaah haji melalui integrasi data kependudukan berbasis biometrik, didukung oleh Surat Edaran Bersama tiga kementerian.
9 Oktober 2026

KH Ismail Ghofur Bantah Hadir di Kegiatan di MPR RI
Rais Syuriyah PWNU Kalbar menegaskan tidak pernah menghadiri Halaqoh Kebangsaan dan Silaturrahmi Alumni IKAPETE di Gedung MPR RI serta pertemuan di Hotel Royal Kuningan pada 8 Agustus 2026.
9 Oktober 2026
Bobby Nasution Jaga Konsistensi sebagai Kader Gerindra
Gubernur Sumut Bobby Nasution tegaskan setia pada Partai Gerindra meski mertuanya resmi bergabung dengan PSI sejak 2025.
9 Oktober 2026

Kemendagri Perkuat Kepastian Hukum Lewat Harmonisasi Regulasi Awal
Kemendagri gencar mendorong harmonisasi regulasi sejak tahap perencanaan untuk kurangi tumpang tindih dan tingkatkan iklim usaha di daerah.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

A7X Siap Guncang Jakarta dengan Konser Spektakuler
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.30 WITA

Wristband Konser A7X di JIS Harus Dipertukarkan Sebelum Hari H
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.29 WITA

AS Siarkan Langsung Eksekusi Mati Mantan Prajurit Pengkhianat
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.18 WITA

Pria Ditangkap di Miami Karena Selundupkan 10 Burung Hidup dalam Celana Dalam
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.17 WITA

Napi Perempuan Selamat dari Eksekusi Mati Dua Kali di Tennessee
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.17 WITA

Agen Imigrasi Tembak Warga di New York, Ada Anak di Mobil
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.16 WITA

Rupiah Menguat ke Rp17.899 di Akhir Pekan
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.15 WITA

Honda Perkenalkan Sistem Hybrid Baru dengan Nama Seragam Global
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.15 WITA

