IHSG Sesi I Naik 0,35% ke Level 6.052
Indeks Harga Saham Gabungan berakhir menguat 0,35% pada sesi I perdagangan Jumat, didorong penguatan sektor utama dan pergerakan saham penggerak utama.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama perdagangan hari ini di level 6.052,51, menguat 21,23 poin atau 0,35% dari posisi pembukaan. Pergerakan indeks pagi ini berlangsung fluktuatif, dimulai dari level 6.039,01, sempat menyentuh terendah di 5.995,82 sebelum kembali memperkuat dan mencapai puncak harian di 6.059,54. Kenaikan ini tercermin dari aktivitas pasar yang cukup aktif, dengan volume transaksi mencapai 177,49 juta lot saham dan nilai transaksi sebesar Rp4,08 triliun.
Penguatan IHSG didukung oleh dominasi saham yang menguat, dengan 332 emiten menguat, 309 melemah, dan 322 tidak bergerak. Sektor material dasar menjadi penguat utama dengan kenaikan 1,07%, disusul sektor keuangan dan infrastruktur yang masing-masing naik 0,8%. Beberapa emiten utama yang menjadi penopang kenaikan antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Telkom Indonesia (TLKM), PT Bank Central Asia (BBCA), PT Bank Mandiri (BMRI), serta PT Amman Mineral Internasional (AMMN).
Di sisi lain, saham-saham yang menekan indeks antara lain PT Bayan Resources (BYAN), PT Mora Telematika Indonesia (MORA), PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), PT Energi Mega Persada (ENRG), dan PT Golden Energy Mines (GEMS). Sentimen pasar dipengaruhi oleh data konsumsi domestik, kondisi pasar tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan, serta ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menunda serangan terhadap Iran hingga setelah pemilu paruh waktu 3 November 2026 turut memengaruhi sentimen pasar minyak.
Data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bank Indonesia untuk September mencatat angka 118,1, turun sedikit dari 118,5 bulan sebelumnya, menunjukkan optimisme konsumen tetap tinggi namun pemulihan daya beli belum merata. Sementara itu, risalah rapat Bank Sentral Eropa (ECB) menunjukkan kekhawatiran terhadap inflasi yang berpotensi meningkat, dengan ketegangan geopolitik menjadi pertimbangan utama. Meski tidak ada keputusan baru, ekspektasi pengetatan kebijakan tetap terbuka. IMF juga memperingatkan harga energi bisa tetap tinggi hingga 2027 akibat gangguan pasokan dan keterbatasan kapasitas penyulingan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Asing Beli Besar, IHSG Terpuruk 1,88%
IHSG turun 1,88% ke 6.031,28 akibat tekanan jual, sementara asing catatkan pembelian bersih di 10 saham kunci meski total net sell mencapai Rp867 miliar.
10 Oktober 2026

Asing Lepas Saham-Saham Unggulan, IHSG Terkoreksi 1,88%
Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp867 miliar, menyebabkan IHSG turun ke level 6.031,28 akibat penjualan besar-besaran pada 10 saham utama.
10 Oktober 2026

PBSA Gelar Stock Split, Nilai Saham Turun Jadi Rp25
PT Paramita Bangun Sarana Tbk resmi melakukan pemecahan saham dengan rasio 1:2, menurunkan nilai nominal dari Rp50 menjadi Rp25 per lembar, mulai 14 Oktober 2026.
10 Oktober 2026

BEI Perkuat Standar Keuangan IPO Mulai 2026
BEI memperketat syarat keuangan bagi perusahaan IPO dan perkuat kriteria kelangsungan di papan utama mulai Oktober 2026.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

BIKE Perkuat Lini Bisnis Energi Lewat Akuisisi Tambang Batu Bara
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Asing Jual Bersih Rp32 Miliar, Tapi 10 Saham Ini Justru Dibeli Melimpah
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Hindari Kehilangan Dana, Ini 11 Langkah Perlindungan M-Banking
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Duit Warga Raib Rp9,1 Triliun, OJK Sebut 1.000 Laporan Harian
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.56 WITA

Kredit Bermasalah? Ini Langkah Bersihkan Rekam Jejak di SLIK OJK
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.56 WITA

IHSG Tertekan 1,88% ke Level 6.031 di Penutupan Kamis
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.56 WITA

Danantara Dukung Impor KRL Bekas Jepang untuk Kebutuhan Publik
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.55 WITA

Kemenkop Tekankan Koperasi Jadi Mitra Layanan Gaji ASN, Bukan Pengganti Bank
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.55 WITA

