BIKE Perkuat Lini Bisnis Energi Lewat Akuisisi Tambang Batu Bara
Perusahaan energi nasional BIKE resmi mengakuisisi 72% saham perusahaan tambang batu bara di Berau dengan target produksi 1,5 hingga 2,5 juta metrik ton per tahun.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan energi nasional PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) secara resmi mengamankan kepemilikan 72% saham PT Berau Usaha Mandiri (BUM), perusahaan pertambangan batu bara yang beroperasi di Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur. Aksi korporasi ini dilakukan melalui anak usaha BIKE, PT Prambanan Nusantara Energi (PNE), dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperluas keberadaan di sektor energi.
Berdasarkan data yang diungkapkan melalui keterbukaan informasi pasar modal, area tambang milik BUM mencakup sekitar 500 hektare, dengan sekitar 400 hektare telah menjalani eksplorasi. Cadangan batu bara terbukti dari wilayah tersebut diperkirakan mencapai 22 juta metrik ton, menopang potensi produksi jangka panjang. Proyek ini diharapkan dapat mendukung target produksi tahunan BIKE sebesar 1,5 hingga 2,5 juta metrik ton batu bara.
Manajemen BIKE menegaskan bahwa akuisisi ini merupakan bagian dari transformasi strategis perusahaan dalam diversifikasi portofolio bisnis di bidang energi. Dengan memperkuat posisi di sektor pertambangan, BIKE bertujuan meningkatkan ketahanan energi nasional serta memperkuat daya saing dalam ekosistem energi yang terus berkembang. Proyek ini juga diharapkan dapat menciptakan dampak ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan kemitraan dengan pelaku usaha setempat.
Perusahaan menyatakan akan terus memperbarui informasi terkait perkembangan proyek kepada pemangku kepentingan, sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi bagi emiten yang berlaku. Langkah ini menunjukkan komitmen BIKE dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam setiap keputusan korporasi yang berskala strategis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Asing Beli Besar, IHSG Terpuruk 1,88%
IHSG turun 1,88% ke 6.031,28 akibat tekanan jual, sementara asing catatkan pembelian bersih di 10 saham kunci meski total net sell mencapai Rp867 miliar.
10 Oktober 2026

Asing Lepas Saham-Saham Unggulan, IHSG Terkoreksi 1,88%
Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp867 miliar, menyebabkan IHSG turun ke level 6.031,28 akibat penjualan besar-besaran pada 10 saham utama.
10 Oktober 2026

PBSA Gelar Stock Split, Nilai Saham Turun Jadi Rp25
PT Paramita Bangun Sarana Tbk resmi melakukan pemecahan saham dengan rasio 1:2, menurunkan nilai nominal dari Rp50 menjadi Rp25 per lembar, mulai 14 Oktober 2026.
10 Oktober 2026

BEI Perkuat Standar Keuangan IPO Mulai 2026
BEI memperketat syarat keuangan bagi perusahaan IPO dan perkuat kriteria kelangsungan di papan utama mulai Oktober 2026.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

IHSG Sesi I Naik 0,35% ke Level 6.052
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Asing Jual Bersih Rp32 Miliar, Tapi 10 Saham Ini Justru Dibeli Melimpah
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Hindari Kehilangan Dana, Ini 11 Langkah Perlindungan M-Banking
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Duit Warga Raib Rp9,1 Triliun, OJK Sebut 1.000 Laporan Harian
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.56 WITA

Kredit Bermasalah? Ini Langkah Bersihkan Rekam Jejak di SLIK OJK
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.56 WITA

IHSG Tertekan 1,88% ke Level 6.031 di Penutupan Kamis
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.56 WITA

Danantara Dukung Impor KRL Bekas Jepang untuk Kebutuhan Publik
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.55 WITA

Kemenkop Tekankan Koperasi Jadi Mitra Layanan Gaji ASN, Bukan Pengganti Bank
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.55 WITA

