Duit Warga Raib Rp9,1 Triliun, OJK Sebut 1.000 Laporan Harian
OJK melaporkan adanya kerugian mencapai Rp9,1 triliun akibat penipuan digital, dengan rata-rata 1.000 laporan per hari, sebagian besar terjadi setelah 12 jam kejadian.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.56 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan jumlah kerugian masyarakat akibat kejahatan digital mencapai Rp9,1 triliun sejak awal tahun 2026, seiring melonjaknya laporan penipuan yang diterima oleh Indonesia Anti Scam Center (IASC). Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Friderica Widyasari Dewi, anggota Dewan Komisioner OJK bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, menyampaikan bahwa lebih dari 397.000 rekening telah diblokir untuk mencegah penyebaran dana hasil penipuan.
Dari total 432.637 laporan yang masuk, sebanyak Rp432 miliar berhasil diselamatkan melalui tindakan cepat. Namun, tingginya jumlah pengaduan—rata-rata mencapai 1.000 laporan per hari—menjadi tantangan besar, jauh melampaui rata-rata negara lain yang hanya berkisar antara 150 hingga 400 laporan per hari. Hal ini menunjukkan tingkat eskalasi penipuan digital yang signifikan di Indonesia, terutama di wilayah Jawa yang menyumbang lebih dari 303.000 laporan.
Modus penipuan yang paling banyak dilaporkan mencakup penipuan transaksi belanja dengan 73.000 laporan, disusul penipuan melalui panggilan palsu, penipuan investasi, penipuan pekerjaan, serta penipuan berbasis iming-iming hadiah. Keterlambatan pelaporan menjadi faktor krusial, karena 80 persen laporan datang lebih dari 12 jam setelah kejadian. Sementara itu, dana korban dapat dipindahkan dari rekening dalam waktu kurang dari satu jam, sehingga mempersulit upaya penyelamatan.
Kompleksitas pelarian dana pun kian meningkat, tidak lagi terbatas pada rekening bank saja, melainkan menyebar ke berbagai ekosistem digital seperti dompet elektronik, aset kripto, emas digital, platform e-commerce, dan instrumen keuangan digital lainnya. Untuk mengatasi hal ini, OJK menekankan perlunya kerja sama lintas sektor, kecepatan respons, serta pembelokiran dana secara real-time di berbagai sistem keuangan yang saling terhubung.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Asing Beli Besar, IHSG Terpuruk 1,88%
IHSG turun 1,88% ke 6.031,28 akibat tekanan jual, sementara asing catatkan pembelian bersih di 10 saham kunci meski total net sell mencapai Rp867 miliar.
10 Oktober 2026

Asing Lepas Saham-Saham Unggulan, IHSG Terkoreksi 1,88%
Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp867 miliar, menyebabkan IHSG turun ke level 6.031,28 akibat penjualan besar-besaran pada 10 saham utama.
10 Oktober 2026

PBSA Gelar Stock Split, Nilai Saham Turun Jadi Rp25
PT Paramita Bangun Sarana Tbk resmi melakukan pemecahan saham dengan rasio 1:2, menurunkan nilai nominal dari Rp50 menjadi Rp25 per lembar, mulai 14 Oktober 2026.
10 Oktober 2026

BEI Perkuat Standar Keuangan IPO Mulai 2026
BEI memperketat syarat keuangan bagi perusahaan IPO dan perkuat kriteria kelangsungan di papan utama mulai Oktober 2026.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

IHSG Sesi I Naik 0,35% ke Level 6.052
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

BIKE Perkuat Lini Bisnis Energi Lewat Akuisisi Tambang Batu Bara
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Asing Jual Bersih Rp32 Miliar, Tapi 10 Saham Ini Justru Dibeli Melimpah
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Hindari Kehilangan Dana, Ini 11 Langkah Perlindungan M-Banking
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Kredit Bermasalah? Ini Langkah Bersihkan Rekam Jejak di SLIK OJK
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.56 WITA

IHSG Tertekan 1,88% ke Level 6.031 di Penutupan Kamis
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.56 WITA

Danantara Dukung Impor KRL Bekas Jepang untuk Kebutuhan Publik
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.55 WITA

Kemenkop Tekankan Koperasi Jadi Mitra Layanan Gaji ASN, Bukan Pengganti Bank
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.55 WITA

