Pertamina Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Desa Kuta
Pertamina mendukung Bank Sampah Putri Nyale di Desa Kuta dengan bantuan kendaraan listrik dan tempat penampungan untuk optimalisasi pengelolaan sampah, terutama menjelang event Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.51 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pertamina turut berkontribusi dalam penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui dukungan langsung kepada Bank Sampah Putri Nyale di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Dukungan ini diberikan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, khususnya di kawasan destinasi pariwisata yang sedang berkembang pesat seperti Mandalika. Kehadiran event Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menjadi pemicu penting untuk memperkuat inisiatif pengelolaan sampah secara partisipatif dan berkelanjutan.
Pengelolaan sampah yang baik, menurut Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, merupakan bagian integral dari kenyamanan wisatawan dan kualitas lingkungan. Ia menekankan bahwa kebersihan daerah wisata tidak bisa dilepaskan dari partisipasi aktif masyarakat. Melalui Bank Sampah Putri Nyale, masyarakat didorong untuk memilah sampah sejak sumber, memungkinkan sampah anorganik diolah menjadi produk bernilai ekonomi dan sampah organik dimanfaatkan sebagai pupuk kompos. Program ini sejalan dengan upaya mengubah limbah menjadi sumber daya yang produktif.
Untuk mendukung operasional, Pertamina memberikan bantuan motor listrik roda tiga sebagai alat angkut sampah serta tempat penampungan berukuran besar. Bantuan ini sangat krusial karena sebelumnya, kendala logistik dan keterbatasan fasilitas menghambat penjangkauan ke seluruh dusun yang tersebar di 20 wilayah di Desa Kuta. Ketua Bank Sampah, Putri Nyale Hanila, menyampaikan bahwa peningkatan aktivitas masyarakat dan bisnis selama periode event menjadi alasan utama diperlukannya peningkatan kapasitas pengangkutan dan pemilahan sampah.
Sejak berdiri pada 2022, Bank Sampah Putri Nyale berupaya menjawab kekurangan fasilitas pemilahan yang sebelumnya tidak tersedia di wilayah tersebut. Kendala seperti kekeringan dan keterbatasan sarana sempat membuat kegiatan terhenti pada 2023, namun dengan dukungan lintas sektor, operasional kembali berjalan. Bantuan kendaraan listrik dari Pertamina memungkinkan penjemputan sampah dilakukan lebih luas dan efisien, serta meningkatkan kapasitas pengolahan, sehingga masyarakat dapat turut merasakan manfaat ekonomi langsung dari kegiatan ini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Asing Beli Besar, IHSG Terpuruk 1,88%
IHSG turun 1,88% ke 6.031,28 akibat tekanan jual, sementara asing catatkan pembelian bersih di 10 saham kunci meski total net sell mencapai Rp867 miliar.
10 Oktober 2026

Asing Lepas Saham-Saham Unggulan, IHSG Terkoreksi 1,88%
Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp867 miliar, menyebabkan IHSG turun ke level 6.031,28 akibat penjualan besar-besaran pada 10 saham utama.
10 Oktober 2026

PBSA Gelar Stock Split, Nilai Saham Turun Jadi Rp25
PT Paramita Bangun Sarana Tbk resmi melakukan pemecahan saham dengan rasio 1:2, menurunkan nilai nominal dari Rp50 menjadi Rp25 per lembar, mulai 14 Oktober 2026.
10 Oktober 2026

BEI Perkuat Standar Keuangan IPO Mulai 2026
BEI memperketat syarat keuangan bagi perusahaan IPO dan perkuat kriteria kelangsungan di papan utama mulai Oktober 2026.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

IHSG Sesi I Naik 0,35% ke Level 6.052
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

BIKE Perkuat Lini Bisnis Energi Lewat Akuisisi Tambang Batu Bara
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Asing Jual Bersih Rp32 Miliar, Tapi 10 Saham Ini Justru Dibeli Melimpah
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Hindari Kehilangan Dana, Ini 11 Langkah Perlindungan M-Banking
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Duit Warga Raib Rp9,1 Triliun, OJK Sebut 1.000 Laporan Harian
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.56 WITA

Kredit Bermasalah? Ini Langkah Bersihkan Rekam Jejak di SLIK OJK
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.56 WITA

IHSG Tertekan 1,88% ke Level 6.031 di Penutupan Kamis
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.56 WITA

Danantara Dukung Impor KRL Bekas Jepang untuk Kebutuhan Publik
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.55 WITA

