Transformasi Ekonomi Sirkular Jawa Barat Dorong Pengurangan Sampah dan Emisi
Jawa Barat memperkuat strategi pengelolaan limbah melalui ekonomi sirkular dan program FLOWER untuk turunkan emisi serta tingkatkan efisiensi pangan secara nasional.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini mengakselerasi transformasi sistemik dalam pengelolaan ekonomi dan lingkungan dengan menerapkan kerangka ekonomi sirkular di tingkat daerah. Upaya ini diwujudkan melalui peluncuran Rencana Aksi Ekonomi Sirkular (RAD-ES) 2026–2045, yang menjadi langkah konkret menyelaraskan pembangunan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan. Transformasi ini menekankan perubahan menyeluruh sepanjang rantai nilai, mulai dari desain produk, penggunaan material secara efisien, model bisnis berkelanjutan, hingga pemulihan sumber daya dari limbah.
Data menunjukkan bahwa jika tren saat ini tidak diubah, kehilangan dan pemborosan pangan di Indonesia diperkirakan mencapai 344 kilogram per kapita per tahun pada 2045. Di tingkat nasional, sisa dan susut pangan mencapai 23–48 juta ton per tahun, dengan Bandung Raya menyumbang sekitar 1,5 juta ton. Sementara itu, Jawa Barat menjadi provinsi dengan timbulan sampah terbesar ketiga di Indonesia, mencapai 3,4 juta ton pada 2025, dengan 23 dari 27 kabupaten/kota berstatus darurat sampah.
Untuk menangani tantangan ini, program Food Loss and Waste Emission Reductions for Climate-Smart Foodsheds (FLOWER) diluncurkan sebagai intervensi terpadu dari hulu ke hilir. Inisiatif global yang telah diterapkan di India, Meksiko, dan Uganda ini fokus pada kawasan Bandung Raya dan wilayah penyangganya sebagai pusat produksi dan konsumsi pangan. Pendekatan urban foodshed memungkinkan integrasi rantai pasok pangan, mulai dari produksi, distribusi, konsumsi, hingga pengelolaan limbah.
Penerapan ekonomi sirkular di Jawa Barat ditargetkan dapat mengurangi sampah hingga 45–50 persen dan membuka peluang ekonomi baru dari limbah yang selama ini terbuang. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Daerah Jawa Barat menyatakan bahwa inisiatif ini menjadi fondasi bagi kemandirian daerah dan pelaku usaha dalam menerapkan praktik berkelanjutan secara berkelanjutan. RAD-ES juga mengintegrasikan tujuh sektor strategis—pangan, plastik, tekstil, konstruksi, elektronik, otomotif, dan kertas—berdasarkan kontribusi ekonomi dan potensi penerapan prinsip sirkular.
Dengan dukungan Uni Eropa melalui kemitraan Global Gateway, Jawa Barat menjadi provinsi pertama di Indonesia yang memiliki dokumen perencanaan ekonomi sirkular tingkat provinsi. Program ini diharapkan mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sebesar 5,2–6 persen dan penurunan emisi gas rumah kaca hingga 31,65 persen pada 2045. Menurut perwakilan GGGI Indonesia, mengubah persepsi terhadap sampah sebagai sumber daya merupakan kunci untuk membangun sistem pangan yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan menurunkan emisi global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anak Krakatau Naik Status Siaga, BPBD Lampung Imbau Waspada
BPBD Lampung menyatakan belum ada dampak abu vulkanik dari Anak Krakatau pasca-erupsi, tetapi masyarakat diminta waspada dan menjauhi radius lima kilometer.
10 Oktober 2026

Pemkab Batang Dorong UMKM Lokal Meluas ke Pasar Regional
Festival UMKM 2026 di Batang menampilkan 70 stan produk lokal dengan tujuan memperkuat akses pasar dan meningkatkan daya saing usaha kecil daerah.
10 Oktober 2026

Kalimantan Jadi Pusat Ekonomi Emas Tiga Negara
Kalimantan diproyeksikan menjadi superhub ekonomi Nusantara melalui kerja sama Indonesia-Malaysia-Brunei untuk mendorong transformasi dan pemerataan pembangunan.
10 Oktober 2026

Perempuan Lombok Wujudkan Ekonomi Berkelanjutan Lewat Tenun dan Energi Terbarukan
Program Mina Tenun di Lombok menggabungkan budaya tenun tradisional dengan inovasi energi ramah lingkungan untuk tingkatkan kemandirian ekonomi perempuan.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anwar Ibrahim dan Prabowo Bahas Karhutla Lintas Batas
Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.30 WITA

Polisi Dalami Keterlibatan Tiga Orang dalam Kasus Kekerasan Santriwati
Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.29 WITA

Kapolda Metro Buka Nomor WA Pribadi untuk Aspirasi Publik
Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.29 WITA

PKS Desak DPR Tindak Lanjuti Putusan MK soal Kualifikasi Gibran
Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.29 WITA

Kapolda Metro Siapkan Nomor WA Pribadi untuk Layanan Publik
Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.29 WITA

Status Kasus TPPO ABK KM Maulana 23 Naik ke Penyidikan
Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.29 WITA

MUI Minta Konser Bocelli Dibatalkan karena Dukungan pada Israel
Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.29 WITA

Presiden Mesir Tiba di Jakarta, Siap Perkuat Kerja Sama Strategis
Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.28 WITA

