Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Perempuan Lombok Wujudkan Ekonomi Berkelanjutan Lewat Tenun dan Energi Terbarukan

Program Mina Tenun di Lombok menggabungkan budaya tenun tradisional dengan inovasi energi ramah lingkungan untuk tingkatkan kemandirian ekonomi perempuan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.15 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Perempuan Lombok Wujudkan Ekonomi Berkelanjutan Lewat Tenun dan Energi Terbarukan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Di Desa Sukarara, Lombok, aktivitas menenun yang selama ini menjadi warisan budaya kini bertransformasi menjadi gerakan ekonomi berkelanjutan. Melalui inisiatif Mina Tenun, para perempuan penenun tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga memanfaatkan alat tenun bukan mesin (ATBM) yang dimodifikasi untuk menghasilkan energi listrik dari gerakan mekanis selama proses menenun. Energi ini kemudian digunakan untuk mendukung sistem pompa air dan filtrasi, menjadikan aktivitas menenun sebagai sumber energi sekaligus mata pencaharian.

Sebelum program ini diluncurkan, para penenun bekerja secara individual di rumah dengan fasilitas terbatas dan pendapatan rendah, hanya sekitar Rp25 ribu per lembar kain. Kini, melalui Galeri Mina Tenun yang menjadi sentra produksi dan edukasi, pendapatan rata-rata per lembar kain meningkat hingga minimal Rp750 ribu, setelah memperhitungkan biaya bahan dan pengelolaan. Transformasi ini didukung oleh program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Bandara Internasional Lombok.

Galeri Mina Tenun kini menjadi tempat edukasi dan wisata budaya yang menawarkan pengalaman langsung bagi wisatawan. Program ini juga menjangkau mantan pekerja migran Indonesia (PMI) yang kembali ke kampung halaman, memberi akses terhadap bahan baku, alat tenun gedogan, serta motif khas Lombok untuk memulai kembali aktivitas ekonomi. Produk yang dihasilkan pun berkembang dari kain sarung menjadi berbagai turunan seperti pakaian, taplak meja, dan hiasan dinding, dengan inovasi material dari serat nanas dan serat pisang sebagai alternatif ramah lingkungan.

Pendekatan integratif antara pelestarian budaya, pemanfaatan energi terbarukan, dan pengembangan produk telah menciptakan model ekonomi lokal yang berkelanjutan. Dukungan pemasaran juga diperluas melalui bazar UMKM dan ajang bertaraf internasional seperti Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika. Dengan pendekatan ini, aktivitas menenun bukan hanya menjaga warisan, tetapi juga berkontribusi pada kemandirian ekonomi, keberlanjutan energi, dan akses air bersih bagi masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya