PKS Desak DPR Tindak Lanjuti Putusan MK soal Kualifikasi Gibran
PKS meminta DPR menindaklanjuti temuan Mahkamah Konstitusi terkait keabsahan ijazah Gibran dengan langkah konstitusional yang transparan dan objektif.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PKS, Mulyanto, menegaskan perlunya respons tegas dari DPR atas temuan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat pendidikan Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, dalam konteks Pilpres 2024. Ia menekankan bahwa DPR sebagai lembaga perwakilan rakyat memiliki kewajiban konstitusional untuk menindaklanjuti persoalan hukum yang telah diputuskan oleh lembaga yudikatif, demi menjaga integritas demokrasi dan kepercayaan publik.
Menurut Mulyanto, keberadaan ketidakjelasan dalam dokumen pendidikan Gibran yang diserahkan dalam persidangan PHPU harus ditindaklanjuti secara profesional. MK, kata dia, tidak menemukan bukti sah berupa ijazah dari pendidikan luar negeri yang setara dengan SMA, sehingga perlu ditindaklanjuti oleh institusi yang berwenang sesuai aturan hukum yang berlaku. Ia menegaskan bahwa keputusan harus berdasarkan fakta, bukan spekulasi atau tekanan politik.
PKS, kata Mulyanto, telah menyampaikan sikap politik untuk mendorong DPR menyelesaikan persoalan ini secara tuntas, tanpa kebijakan yang menghindar atau menunda. Ia menekankan bahwa keadilan dalam sistem demokrasi tidak bisa diperpanjang dengan kebijakan yang membiarkan teka-teki hukum menggantung di masyarakat. “Kejelasan adalah bagian dari keadilan, bukan sekadar harapan,” tegasnya.
Dalam konteks hukum, Mulyanto menegaskan bahwa DPR tidak boleh bertindak mendahului hasil pendalaman atau intervensi terhadap proses hukum. Jika ditemukan indikasi pelanggaran pidana, maka proses harus berjalan secara objektif, transparan, dan tanpa intervensi. Pihaknya meminta agar semua pihak menghormati kewenangan lembaga yudikatif dan menjaga marwah institusi demokrasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anwar Ibrahim dan Prabowo Bahas Karhutla Lintas Batas
Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim membahas penanganan kabut asap akibat karhutla melalui komunikasi telepon, sambil Indonesia perkuat respons dengan 60 ribu personel dan alat udara.
10 Oktober 2026

Presiden Mesir Tiba di Jakarta, Siap Perkuat Kerja Sama Strategis
Kunjungan kenegaraan Presiden Mesir al-Sisi ke Indonesia bertujuan memperdalam kerja sama strategis, disusul pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka.
10 Oktober 2026

Presiden Mesir Tiba di Jakarta untuk Pertemuan dengan Prabowo
Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi tiba di Jakarta pada Sabtu, 10 Oktober 2026, dalam kunjungan resmi yang menandai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto setelah sebelumnya mengunjungi Korea Selatan dan Malaysia.
10 Oktober 2026

Gojek Siap Implementasikan Perpres Ojol, Tekankan Kesejahteraan Mitra
Gojek menyatakan komitmen penuh mendukung Perpres Ojol dan siap menerapkan aturan turunan, termasuk skema komisi 8% dan perlindungan kesejahteraan mitra.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anak Krakatau Naik Status Siaga, BPBD Lampung Imbau Waspada
Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.30 WITA

Polisi Dalami Keterlibatan Tiga Orang dalam Kasus Kekerasan Santriwati
Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.29 WITA

Kapolda Metro Buka Nomor WA Pribadi untuk Aspirasi Publik
Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.29 WITA

Kapolda Metro Siapkan Nomor WA Pribadi untuk Layanan Publik
Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.29 WITA

Status Kasus TPPO ABK KM Maulana 23 Naik ke Penyidikan
Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.29 WITA

MUI Minta Konser Bocelli Dibatalkan karena Dukungan pada Israel
Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pengusaha Daerah Dilibatkan Jadi Pemain Utama dalam Rantai Biomassa PLN
Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.28 WITA

Samsung Pertimbangkan Pemangkasan Produksi Ponsel Akibat Kenaikan Biaya Komponen
Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.27 WITA

