Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Anwar Ibrahim dan Prabowo Bahas Karhutla Lintas Batas

Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim membahas penanganan kabut asap akibat karhutla melalui komunikasi telepon, sambil Indonesia perkuat respons dengan 60 ribu personel dan alat udara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Anwar Ibrahim dan Prabowo Bahas Karhutla Lintas Batas📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim melakukan komunikasi langsung pada hari Kamis, 8 Oktober 2026, untuk membahas isu lingkungan krusial yang menimpa wilayah perbatasan, khususnya dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan serta daerah lain di Indonesia. Pertemuan telepon ini menunjukkan komitmen bersama dalam menangani isu lintas batas yang berdampak pada kesehatan dan kualitas udara di kedua negara.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir, mengonfirmasi bahwa komunikasi bilateral telah dilakukan secara intensif, termasuk dengan Menlu Malaysia, guna menjelaskan langkah-langkah strategis yang ditempuh pemerintah dalam menekan kejadian karhutla. Ia menegaskan bahwa koordinasi ini merupakan bagian dari upaya preventif dan responsif terhadap risiko lingkungan transboundary yang bisa memicu ketegangan hubungan bilateral.

Indonesia telah mengerahkan lebih dari 60.000 personel gabungan, termasuk TNI, POLRI, instansi terkait, dan relawan, untuk memadamkan titik api dan mencegah penyebaran ke area yang lebih luas. Selain itu, pemerintah memperkuat operasi udara dengan menyiagakan sekitar 48 unit helikopter dan pesawat yang digunakan untuk water bombing serta pemantauan cuaca secara real-time. Upaya ini dilakukan secara terus-menerus, terutama pada masa kemarau yang rentan terjadi kebakaran besar.

Kebijakan ini dijalankan sebagai respons terhadap peningkatan jumlah titik panas yang kembali terdeteksi, yang menuntut penanganan cepat dan terkoordinasi. Dengan keterlibatan pihak Malaysia dalam dialog, Indonesia menekankan pentingnya kolaborasi regional dalam mengatasi persoalan lingkungan yang tidak mengenal batas wilayah, sekaligus menunjukkan komitmen transparansi dan kerja sama yang solid.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya