Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

ADB Diminta Perkuat Investasi di SDM dan Infrastruktur Sosial

Kepala Bappenas meminta ADB tingkatkan dukungan untuk pengembangan sumber daya manusia, infrastruktur sosial, dan digital sebagai fondasi transformasi pembangunan nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
ADB Diminta Perkuat Investasi di SDM dan Infrastruktur Sosial📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menegaskan perlunya pembenahan menyeluruh dalam pendekatan pembangunan, di mana infrastruktur fisik bukan satu-satunya pilar utama. Ia menekankan pentingnya memperkuat sumber daya manusia dan modal manusia sebagai infrastruktur tak tampak yang menopang pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika global yang kian kompleks. Dalam pertemuan dengan Wakil Presiden ADB untuk Asia Timur, Asia Tenggara, dan Pasifik, ia menyampaikan bahwa transformasi ekonomi masa depan tidak bisa lepas dari kualitas SDM dan akses terhadap layanan sosial yang memadai.

Pembangunan infrastruktur digital, menurutnya, harus sejalan dengan peningkatan kapasitas manusia, terutama dalam menghadapi perubahan teknologi, ketidakstabilan geopolitik, dan tekanan perubahan iklim. Ia menekankan bahwa Indonesia tidak hanya membutuhkan jalan, pelabuhan, dan bendungan, tetapi juga sistem pendidikan yang berkualitas, kesehatan yang terjangkau, dan pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja masa kini dan depan. Dukungan dari ADB dalam sektor-sektor ini dinilai krusial untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Scott Morris, perwakilan ADB, menyambut serius tuntutan tersebut dan menegaskan komitmen bank untuk memperluas peran di bidang sosial, khususnya pendidikan, kesehatan, dan pelatihan tenaga kerja. Ia menyebut permintaan di sektor sosial meningkat pesat sejak pandemi, dan ADB telah memperbesar fokus pada program yang mendukung kesiapan SDM menghadapi transformasi digital. Dukungan ini, kata dia, harus berjalan paralel dengan pembangunan infrastruktur fisik agar hasil pembangunan benar-benar inklusif dan berkelanjutan.

ADB juga menyatakan siap mendukung berbagai agenda strategis Indonesia, termasuk pengembangan industri semikonduktor, pengelolaan mineral kritis, ketahanan energi dan air, serta penguatan kapasitas perencanaan proyek. Kerja sama dengan ADB Institute akan diperkuat melalui pembentukan Bappenas Institute sebagai pusat keunggulan kebijakan publik. Dengan pendekatan kolaboratif, kedua pihak bertekad membangun fondasi pembangunan yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan global dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya