Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

China Buktikan SDG Realistis Lewat Model Pembangunan Teruji

Pakar AS menilai keberhasilan China dalam pengentasan kemiskinan dan pembangunan infrastruktur menjadi bukti nyata bahwa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB dapat dicapai dengan pendekatan yang terukur dan kolaboratif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
China Buktikan SDG Realistis Lewat Model Pembangunan Teruji📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pakar ekonomi-politik asal Amerika Serikat, Lawrence Freeman, menegaskan bahwa pengalaman China dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan menghapus kemiskinan ekstrem menjadi model yang layak ditiru dunia. Dalam wawancara terbaru, ia menyoroti bahwa transformasi sistemik yang dilakukan China selama dua generasi terakhir telah menghasilkan peningkatan signifikan dalam kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.

Freeman menekankan bahwa tantangan global untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) pada 2030 tetap besar, terutama mengingat sekitar 800 juta orang masih hidup dalam kemiskinan ekstrem. Di benua Afrika saja, jumlah tersebut mencapai 440 juta jiwa, yang hampir sepertiga dari populasi benua tersebut. Namun, ia melihat China sebagai bukti bahwa perubahan besar bisa terjadi melalui kebijakan ekonomi yang konsisten dan tata kelola yang efisien.

Ia menilai Inisiatif Sabuk dan Jalan Sutra (BRI) sebagai salah satu pilar penting dalam mendorong pencapaian SDG, khususnya di negara-negara berkembang. Proyek-proyek infrastruktur yang didanai melalui BRI, seperti pembangkit listrik, jalur kereta api, pelabuhan, dan bandara, telah memberi dampak nyata pada aksesibilitas dan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Freeman menyebut dukungan ini sulit ditemukan dari sumber Barat yang cenderung menahan investasi besar dalam infrastruktur di negara berkembang.

Freeman juga mengusulkan pembentukan lembaga kredit internasional baru yang fokus pada penyaluran kredit jangka panjang dengan suku bunga rendah untuk mendukung investasi infrastruktur di negara-negara Global South. Menurutnya, paradigma pembangunan baru yang berbasis kolaborasi dan akses ke modal harus menjadi fondasi utama untuk mewujudkan SDG secara global. Ia menegaskan bahwa masa depan planet ini sangat bergantung pada kemajuan ekonomi di wilayah-wilayah yang selama ini terabaikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya