Anak Krakatau Naik Status Siaga, Masyarakat Dilarang Masuki Zona 5 Km
Status Gunung Anak Krakatau dinaikkan menjadi Siaga sejak 9 Oktober 2026 akibat 14 kali erupsi dalam empat hari, dengan larangan pendakian hingga radius 5 kilometer.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda resmi dinaikkan ke status Siaga (Level III) mulai pukul 21.00 WIB, Jumat (9/10/2026), menyusul peningkatan aktivitas vulkanik yang tercatat sejak awal bulan. Kenaikan ini merupakan respons terhadap tren erupsi yang terjadi secara konsisten dalam rentang waktu empat hari, tercatat sebanyak 14 kali. Peristiwa ini menjadi dasar peningkatan level untuk memastikan keselamatan masyarakat dan petugas pemantau di sekitar kawasan gunung api aktif tersebut.
Kegiatan erupsi yang terjadi antara tanggal 6 hingga 9 Oktober 2026 menunjukkan gejala aktivitas magmatik yang meningkat, meskipun secara keseluruhan kegempaan vulkanik belum menunjukkan peningkatan signifikan. Data pemantauan menunjukkan bahwa jumlah kejadian gempa harian selama periode 21 September hingga 9 Oktober 2026 berada di bawah lima per hari, termasuk gempa hembusan, gempa low frequency, gempa hybrid, serta gempa tremor yang menjadi indikator aktivitas magma. Gempa yang berasosiasi dengan kedalaman magmatik dalam juga tidak menunjukkan tren kenaikan yang mencolok.
Meskipun belum terjadi peningkatan ekstrem dalam aktivitas seismik, otoritas kebencanaan memilih untuk menaikkan status gunung sebagai langkah preventif. Keputusan ini didasarkan pada data erupsi yang terjadi secara intensif dalam rentang waktu singkat, yang berpotensi mengindikasikan akumulasi tekanan di dalam sistem magmatik. Dengan status Siaga, masyarakat dilarang mendekati kawasan berbahaya dalam radius 5 kilometer dari puncak gunung.
Tujuan utama dari kenaikan status ini adalah untuk menghindari risiko terhadap keselamatan warga, nelayan, dan pengunjung yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir Selat Sunda. Pemerintah juga memperkuat pemantauan harian guna mendeteksi perubahan lebih lanjut, termasuk pergerakan lava, awan panas, dan potensi letusan eksplosif. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari instansi terkait.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Singapura Pilih Dorong Pendapatan, Bukan Kendalikan Harga
Perdana Menteri Lawrence Wong menegaskan pemerintah tak akan batasi harga untuk turunkan biaya hidup, karena risiko kelangkaan pasokan lebih besar daripada manfaatnya.
10 Oktober 2026

Kirana Larasati Bantah Terlibat Kelola Dana Investasi Bodong
Aktor dan presenter Kirana Larasati membantah terlibat dalam pengelolaan dana nasabah di platform investasi logam mulia yang kini diselidiki.
10 Oktober 2026

Jennifer Coppen Bantah Terlibat Kelola Investasi Emas Rp25 Miliar
Jennifer Coppen membantah terlibat dalam pengelolaan dana investasi emas yang diduga menimbulkan kerugian Rp25 miliar, menegaskan hanya berperan sebagai brand ambassador sesuai kontrak.
10 Oktober 2026

Kebon Baru dan Cilandak Barat Sabet Finalis BSA dengan Inovasi dan Kolaborasi
Dua kelurahan di Jakarta Selatan, Kebon Baru dan Cilandak Barat, menunjukkan inovasi pengelolaan lingkungan dan potensi wisata dalam festival final Benyamin S Award.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prancis Tanggapi Demo Pelajar dengan Rekrut 3.000 Guru Pengganti
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.27 WITA

Mahkamah Agung Pakistan Tuntut Reformasi Sistem Hukum Hadapi KDRT
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.26 WITA

Gempa M 7,7 di Panama Ditetapkan sebagai Bencana Besar
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.25 WITA

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Status Wapres Tetap Utuh
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.25 WITA

Indra Kenz Kembali Ditahan di Sel Isolasi Lapas Tangerang
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.25 WITA

Presiden Mesir Kunjungi Indonesia, 9 Ruas Jalan di Jakarta Dilintasi
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.24 WITA

Revisi UU Narkoba Dipercepat, Fokus Rehabilitasi Korban Bukan Hukuman
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.24 WITA

Lapas Merauke Kembali Normal Setelah Kebakaran dan Kaburnya Napi
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.24 WITA

