Danantara Siap Beli Saham BEI, OJK Soroti Kesiapan Infrastruktur
OJK menyatakan rencana Danantara mengakuisisi saham BEI 5–10% masih menunggu kesiapan infrastruktur dan perubahan aturan bursa terlebih dahulu.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk memperoleh porsi saham 5 hingga 10% di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih berada pada tahap awal dan belum dapat direalisasikan tanpa sejumlah persiapan mendasar. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyoroti bahwa infrastruktur bursa saat ini belum memadai untuk mendukung proses demutualisasi yang melibatkan investor non-anggota.
Menurut Hasan, salah satu tantangan utama adalah peraturan bursa yang masih bersifat mutual, di mana hanya anggota bursa yang diperbolehkan menjadi pemegang saham. Selain itu, anggaran dasar saat ini tidak memungkinkan pembagian dividen kepada pemegang saham non-anggota, serta membatasi kepemilikan saham oleh pihak luar. “Karena peraturan bursanya masih ada yang sangat mutual,” tegasnya, menekankan bahwa perubahan struktural harus diselesaikan sebelum proses demutualisasi dapat dilanjutkan.
Proses demutualisasi sendiri baru dapat dimulai setelah BEI menyelesaikan perubahan anggaran dasar dan seluruh peraturan pendukung yang perlu direvisi. Hanya setelah itu, bursa dapat mempertimbangkan penawaran saham kepada pihak non-anggota, termasuk Danantara, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, atau badan hukum lain yang dianggap strategis. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan persetujuan dari anggota bursa yang saat ini menjadi pemegang saham.
Hasan menekankan bahwa jika Danantara ingin mengambil saham lebih dari 5%, maka kebijakan tersebut harus melalui evaluasi lebih lanjut oleh regulator. Proses ini, katanya, tidak dapat dipaksakan dan akan berjalan sesuai dengan kesiapan internal BEI serta rencana penawaran yang disusun secara bertahap. “Bisa cepat, bisa juga lambat, tergantung pada kesiapan bursa dan rencana penawaran yang disiapkan,” pungkasnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anak Krakatau Naik Status Siaga, BPBD Lampung Imbau Waspada
BPBD Lampung menyatakan belum ada dampak abu vulkanik dari Anak Krakatau pasca-erupsi, tetapi masyarakat diminta waspada dan menjauhi radius lima kilometer.
10 Oktober 2026

Pemkab Batang Dorong UMKM Lokal Meluas ke Pasar Regional
Festival UMKM 2026 di Batang menampilkan 70 stan produk lokal dengan tujuan memperkuat akses pasar dan meningkatkan daya saing usaha kecil daerah.
10 Oktober 2026

Kalimantan Jadi Pusat Ekonomi Emas Tiga Negara
Kalimantan diproyeksikan menjadi superhub ekonomi Nusantara melalui kerja sama Indonesia-Malaysia-Brunei untuk mendorong transformasi dan pemerataan pembangunan.
10 Oktober 2026

Transformasi Ekonomi Sirkular Jawa Barat Dorong Pengurangan Sampah dan Emisi
Jawa Barat memperkuat strategi pengelolaan limbah melalui ekonomi sirkular dan program FLOWER untuk turunkan emisi serta tingkatkan efisiensi pangan secara nasional.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anwar Ibrahim dan Prabowo Bahas Karhutla Lintas Batas
Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.30 WITA

Polisi Dalami Keterlibatan Tiga Orang dalam Kasus Kekerasan Santriwati
Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.29 WITA

Kapolda Metro Buka Nomor WA Pribadi untuk Aspirasi Publik
Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.29 WITA

PKS Desak DPR Tindak Lanjuti Putusan MK soal Kualifikasi Gibran
Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.29 WITA

Kapolda Metro Siapkan Nomor WA Pribadi untuk Layanan Publik
Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.29 WITA

Status Kasus TPPO ABK KM Maulana 23 Naik ke Penyidikan
Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.29 WITA

MUI Minta Konser Bocelli Dibatalkan karena Dukungan pada Israel
Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.29 WITA

Presiden Mesir Tiba di Jakarta, Siap Perkuat Kerja Sama Strategis
Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.28 WITA

