Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Danantara Siap Masuk Pasar Saham Saat IHSG Terkoreksi

Danantara Indonesia menegaskan kesiapan membeli saham saat pasar terpuruk, berdasarkan valuasi menarik, bukan intervensi pasar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Danantara Siap Masuk Pasar Saham Saat IHSG Terkoreksi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Danantara Indonesia menyatakan kesiapan untuk menambah posisi investasi di pasar saham domestik meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan penurunan. Kepala Investasi Publik Danantara Investment Management, Rani Piputri, menjelaskan keputusan tersebut muncul dari analisis mendalam terhadap nilai aset yang dinilai terlalu rendah akibat sentimen eksternal sementara. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan bentuk intervensi, melainkan strategi berbasis nilai yang menguntungkan dalam kondisi pasar yang tidak rasional.

Dalam kondisi pasar yang sedang mengalami koreksi, Danantara melihat peluang untuk memperoleh aset dengan harga lebih rendah, dengan harapan menjualnya saat sentimen membaik. Strategi ini juga menjadi respons terhadap kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan penurunan klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI dari emerging market ke frontier market. Jika hal tersebut terjadi, Danantara menyatakan kemungkinan akan memperkuat posisinya, selama analisis risiko dan valuasi tetap mendukung.

Hingga saat ini, Danantara telah menempatkan sekitar US$3 miliar dalam portofolio investasi, dengan rencana penambahan dana sebesar US$1 miliar hingga akhir tahun. Alokasi terbesar, 65 persen, ditempatkan pada instrumen saham, disusul pendapatan tetap sebesar 30 persen dan hedge fund 5 persen. Seperempat dari total dana dialokasikan khusus untuk pasar Indonesia, menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Seiring perkembangan teknologi, Danantara mulai mempertimbangkan sektor kecerdasan buatan (AI) sebagai bagian dari diversifikasi strategis. Rani menekankan bahwa pendekatan terhadap sektor ini dilakukan secara hati-hati, meski tidak melihatnya sebagai gelembung spekulatif. Ia menyebut bahwa eksposur terhadap AI dilakukan secara cermat, dengan tetap menjaga keseimbangan risiko. Menurutnya, kehadiran skeptisisme di pasar justru membantu menjaga stabilitas, sebaliknya, jika semua investor bersikap euforia, maka risiko terhadap keruntuhan nilai akan meningkat.

Dalam konteks keuangan, Danantara diharapkan mampu menghasilkan imbal hasil antara 200 hingga 300 basis poin di atas biaya modal, yang tercatat sebesar 5,35 persen berdasarkan penerbitan obligasi dolar AS bertenor lima tahun. Meski dividen sebesar Rp120 triliun diproyeksikan dibayarkan ke pemerintah pada tahun ini, proses penentuan keputusan tetap berlangsung dalam diskusi dengan Menteri Keuangan baru. Pahala Mansury, Managing Director Global Relations & Communications, menegaskan bahwa Danantara tidak memiliki mandat untuk menstabilkan pasar, melainkan berkomitmen pada pendalaman pasar keuangan dan tata kelola yang lebih baik tanpa dianggap sebagai intervensi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya