Minggu, 11 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Awal Perdagangan Naik Tipis di 6.154

Indeks saham Indonesia dibuka menguat 0,13% pada level 6.154,97, didorong permintaan yang kuat terhadap obligasi AS meski tekanan global masih menghantui pasar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.28 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
IHSG Awal Perdagangan Naik Tipis di 6.154📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan hari ini, Kamis, 8 Oktober 2026, dengan kenaikan tipis sebesar 8,25 poin atau 0,13%, berada di posisi 6.154,97. Pergerakan awal ini terjadi meski dalam tiga menit pertama pasar sempat menyentuh level terendah 6.137 sebelum kembali menguat ke zona hijau. Pergerakan tersebut mencerminkan ketegangan antara sentimen positif dari permintaan surat utang pemerintah AS dan tekanan dari pergerakan imbal hasil global.

Dari sisi aktivitas perdagangan, sebanyak 198 saham menguat, 226 melemah, dan 242 lainnya bergerak datar. Volume perdagangan mencapai 2,34 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp499 miliar yang terjadi dalam 84.822 kali transaksi. Kenaikan ini terjadi di tengah perhatian pasar terhadap perkembangan kebijakan moneter global, terutama hasil risalah rapat The Fed yang dirilis dini hari tadi, serta data uang primer dalam negeri.

Pasar global menunjukkan tekanan berkelanjutan, terutama setelah yield obligasi AS tenor 10 tahun sempat menyentuh 5,365%, level tertinggi sejak April 2002. Meski kemudian turun menjadi 5,300% pada lelang sebesar US$39 miliar, permintaan tetap kuat dengan rasio 2,77 kali dari jumlah yang ditawarkan. Investor institusi dan bank sentral menyerap 80,34% dari total permintaan, menunjukkan kepercayaan terhadap surat utang AS meskipun imbal hasil tinggi.

Pergerakan yield obligasi jangka panjang AS juga berdampak pada pasar berkembang, termasuk Indonesia, karena dapat memicu aliran modal keluar dari aset berisiko. Di kawasan Asia, bursa saham Jepang, Korea Selatan, dan Australia bergerak turun masing-masing 0,4%, 0,35%, dan 0,4%, menunjukkan sentimen hati-hati terhadap risiko likuiditas dan kenaikan suku bunga global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya