Hemat Belanja Pangan Saat Harga Melonjak
Strategi pengelolaan anggaran dan kebiasaan belanja bijak menjadi kunci menghindari kebocoran dompet di tengah kenaikan harga pangan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kenaikan harga pangan yang terus berlanjut memaksa rumah tangga meninjau ulang cara berbelanja sehari-hari. Tanpa penyesuaian anggaran, pengeluaran untuk kebutuhan pokok bisa melampaui batas kemampuan, terutama ketika pendapatan tidak mengikuti kenaikan harga. Tantangan ini mendorong perlunya perencanaan keuangan yang sistematis agar makanan tetap terpenuhi tanpa mengorbankan kebutuhan lain seperti cicilan, listrik, atau biaya pendidikan anak.
Penting untuk menetapkan prioritas belanja sejak awal. Setiap anggota keluarga sebaiknya membedakan antara kebutuhan wajib—seperti pembayaran tagihan dan biaya sekolah—dengan kebutuhan yang dapat diatur, seperti konsumsi harian dan transportasi. Dengan memisahkan dana untuk belanja pangan sejak awal, pengeluaran bisa lebih terkendali dan tidak mengganggu alokasi anggaran penting lainnya. Pendekatan ini juga mencegah terjadinya pemborosan karena uang yang seharusnya untuk kebutuhan utama justru terkuras di pasar.
Pembelian dalam jumlah besar tidak selalu menghemat uang. Jika tidak disertai kemampuan menyimpan atau kebiasaan memasak rutin, bahan pangan cepat rusak atau kadaluarsa. Hal ini justru berdampak negatif pada anggaran, karena uang yang dikeluarkan tidak sesuai dengan hasil yang didapat. Lebih baik membeli sesuai kebutuhan harian atau mingguan, terutama untuk produk yang mudah rusak seperti sayuran dan buah-buahan.
Kebiasaan mengikuti tren makanan atau tergoda promo diskon juga perlu diwaspadai. Banyak orang membeli makanan viral atau produk baru hanya karena ingin ikut tren, padahal tidak termasuk kebutuhan pokok. Belanja berulang untuk jajan atau pesan antar, meski dalam jumlah kecil, bisa menumpuk dan menggerus anggaran pangan. FOMO (fear of missing out) bisa memicu pengeluaran impulsif yang tidak terkontrol.
Pendekatan bijak dalam belanja pangan harus dimulai dari kesadaran akan kebutuhan nyata, pengelolaan dana yang terstruktur, dan disiplin menghindari godaan konsumsi berlebihan. Dengan memprioritaskan kebutuhan, membeli sesuai kebutuhan, dan menghindari kebiasaan impulsif, keluarga tetap bisa memenuhi gizi sehari-hari tanpa menimbulkan beban finansial yang berlebihan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anwar Ibrahim Dorong Kenaikan Upah dan Diskon Pajak Jelang Pemilu
Pemerintah Malaysia naikkan upah minimum hingga 2.000 ringgit dan beri diskon pajak besar, di tengah tekanan fiskal dan persiapan pemilu 2028.
10 Oktober 2026

Bank Sampah Putri Nyale Dukung Kebersihan Mandalika
Bantuan kendaraan listrik dan tempat penampungan dari Pertamina perkuat operasional bank sampah di Desa Kuta, meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah jelang Grand Prix 2026.
10 Oktober 2026

Asing Kompak Beli 10 Saham Ini Saat IHSG Melemah
Investor asing menunjukkan konsistensi beli di 10 saham unggulan meski IHSG turun 0,75% pada perdagangan Rabu, dengan total pembelian bersih mencapai Rp871,36 miliar.
10 Oktober 2026

Realisasi Capex dan Dividen Tumbuh, Saham Ritel dan Digital Jadi Sorotan
Pasar saham melemah dengan tekanan dari aksi jual asing, sementara emiten seperti AMRT, WIFI, dan REAL menunjukkan proyeksi pertumbuhan melalui dividen dan ekspansi infrastruktur digital.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pendemo dan Tokoh Oposisi Ditangkap Jelang Aksi Besar di New Delhi
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.29 WITA

ADHI Lepas Saham Tol Jogja-Solo ke SMI Senilai Rp1,77 T
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.28 WITA

IHSG Awal Perdagangan Naik Tipis di 6.154
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.28 WITA

Bulog Rencanakan Bangun 100 Gudang Baru untuk Kurangi Sewa
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.24 WITA

BRILink Agen Kirana Dorong Ekonomi Desa Lewat Layanan Keuangan
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.23 WITA

Danantara Siap Masuk Pasar Saham Saat IHSG Terkoreksi
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.23 WITA

Pemerintah Percepat Hilirisasi Nikel di Weda Bay
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.22 WITA

Diplo Terpukau Aksi Koplo DJ Asal Kendari
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.18 WITA

