Realisasi Capex dan Dividen Tumbuh, Saham Ritel dan Digital Jadi Sorotan
Pasar saham melemah dengan tekanan dari aksi jual asing, sementara emiten seperti AMRT, WIFI, dan REAL menunjukkan proyeksi pertumbuhan melalui dividen dan ekspansi infrastruktur digital.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak turun pada perdagangan Rabu (7/10), menutup sesi di level 6.146,72, melemah 0,75% dari posisi sebelumnya. Dari 11 sektor utama, sepuluh di antaranya mengalami penurunan, dengan sektor energi menjadi yang paling terdampak, merosot 1,56%. Sementara itu, sektor teknologi menjadi satu-satunya yang menguat, meski tipis, sebesar 0,02%. Aksi jual asing tercatat mencapai Rp1,7 triliun, terdiri dari Rp828,65 miliar di pasar reguler dan Rp871,36 miliar secara keseluruhan. Di pasar global, indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq masing-masing turun 0,66%, 0,22%, dan 0,22%, mencerminkan tekanan pasar yang berkelanjutan.
PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) melalui anak usahanya, Repower Global Sinergitama (RGST), menandatangani MoU dengan Quanta Tunas Abadi (HIGEN) pada 6 Oktober 2026. Kesepakatan ini menjadi awal dari upaya perseroan untuk menjajaki akuisisi di sektor data center dan layanan manajemen digital. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi bisnis dari dominasi properti menuju infrastruktur digital yang berpotensi menghasilkan pendapatan berulang. Proyeksi pasar data center di Indonesia diperkirakan tumbuh rata-rata 13,80% per tahun, dari USD 896,3 juta pada 2026 menjadi USD 1,95 miliar pada 2031, didorong oleh regulasi seperti PP No. 71/2019 dan kebutuhan lokalitas data. Namun, hingga saat ini, kesepakatan masih berada pada tahap MoU, sehingga dampak terhadap kinerja keuangan belum dapat diproyeksikan.
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menegaskan rencana belanja modal (capex) tahun 2026 sebesar Rp7 triliun tetap berjalan sesuai target. Perseroan akan memperluas penetrasi broadband melalui pendekatan gabungan antara Fixed Wireless Access (FWA) via Internet Rakyat dan Fiber-to-the-home (FTTH). Hingga semester pertama 2026, jumlah pelanggan WIFI telah mencapai 2,35 juta, dengan target akhir tahun mencapai lebih dari 3,5 juta. Dari alokasi capex, sekitar Rp1 triliun dialokasikan untuk ekspansi FTTH melalui anak usaha Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE), dengan proyeksi 1,5 juta rumah terhubung, dengan biaya rata-rata Rp750.000 per pelanggan. Realisasi capex hingga 1H26 baru mencapai Rp1 triliun, yang disebabkan oleh waktu penyerapan anggaran yang belum optimal.
Di sisi lain, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menetapkan pembagian dividen tunai interim tahun buku 2026 sebesar Rp14,50 per saham, senilai total Rp595,83 miliar. Keputusan ini didukung oleh kinerja keuangan yang positif, dengan laba bersih naik 7,45% YoY menjadi Rp2,02 triliun dan pendapatan neto mencapai Rp67,96 triliun, meningkat 6,49% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dividen interim tersebut setara dengan payout ratio 29,50% dari laba bersih, dengan yield sekitar 1,18% berdasarkan harga saham Rp1.225 per saham pada penutupan perdagangan. Cum date dividen ditetapkan pada 13 Oktober 2026, sedangkan pembayaran akan dilakukan pada 27 Oktober 2026.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anwar Ibrahim Dorong Kenaikan Upah dan Diskon Pajak Jelang Pemilu
Pemerintah Malaysia naikkan upah minimum hingga 2.000 ringgit dan beri diskon pajak besar, di tengah tekanan fiskal dan persiapan pemilu 2028.
10 Oktober 2026

Bank Sampah Putri Nyale Dukung Kebersihan Mandalika
Bantuan kendaraan listrik dan tempat penampungan dari Pertamina perkuat operasional bank sampah di Desa Kuta, meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah jelang Grand Prix 2026.
10 Oktober 2026

Asing Kompak Beli 10 Saham Ini Saat IHSG Melemah
Investor asing menunjukkan konsistensi beli di 10 saham unggulan meski IHSG turun 0,75% pada perdagangan Rabu, dengan total pembelian bersih mencapai Rp871,36 miliar.
10 Oktober 2026

ADHI Lepas Saham Tol Jogja-Solo ke SMI Senilai Rp1,77 T
PT Adhi Karya melepas 47,18% saham di PT Jasamarga Jogja Solo ke SMI dengan nilai Rp1,77 triliun, sejalan dengan strategi restrukturisasi aset dan fokus pada konstruksi.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pendemo dan Tokoh Oposisi Ditangkap Jelang Aksi Besar di New Delhi
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.29 WITA

IHSG Awal Perdagangan Naik Tipis di 6.154
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.28 WITA

Bulog Rencanakan Bangun 100 Gudang Baru untuk Kurangi Sewa
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.24 WITA

Hemat Belanja Pangan Saat Harga Melonjak
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.24 WITA

BRILink Agen Kirana Dorong Ekonomi Desa Lewat Layanan Keuangan
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.23 WITA

Danantara Siap Masuk Pasar Saham Saat IHSG Terkoreksi
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.23 WITA

Pemerintah Percepat Hilirisasi Nikel di Weda Bay
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.22 WITA

Diplo Terpukau Aksi Koplo DJ Asal Kendari
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.18 WITA

