Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Aktor China Diculik, Dijual Tiga Kali dalam Empat Hari

Seorang aktor asal China yang dikenal lewat film Ip Man 3 berhasil diselamatkan setelah menjadi korban perdagangan manusia dan penipuan lintas negara di Myanmar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Aktor China Diculik, Dijual Tiga Kali dalam Empat Hari📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Aktor China bernama Wang Xing, yang juga dikenal dengan nama panggung Xing Xing, mengalami kejadian mengerikan pada awal 2025 saat dirinya diculik dan dijual tiga kali dalam waktu empat hari oleh jaringan kriminal di perbatasan Myanmar. Peristiwa ini terungkap melalui dokumenter resmi pemerintah China yang disiarkan oleh stasiun televisi nasional, menggambarkan perjalanan tragis sang artis dari penipuan daring hingga penyekapan di wilayah terpencil.

Kejadian bermula saat Wang dikelabui oleh akun WeChat bernama "Yan Shiliu" yang mengaku sebagai asisten sutradara dan menawarkan pekerjaan akting. Setelah lolos audisi video, ia dipastikan akan melakukan perjalanan ke Phuket, Thailand. Namun, saat tiba di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, mobil yang mengantarnya berbelok arah menuju Mae Sot, bukan hotel tujuan. Dalam kondisi terdesak, ia menyelundupkan pesan kode darurat kepada kekasihnya: "Apakah kamu sudah kasih makan kucing?" Pesan itu menjadi tanda peringatan yang langsung ditindaklanjuti.

Setelah dilaporkan hilang, otoritas keamanan China, bekerja sama dengan pihak Thailand dan Myanmar, melacak jejak jaringan perdagangan manusia dan berhasil menyelamatkan Wang dari kompleks penipuan di wilayah Myawaddy. Dalam penyelamatan tersebut, 17 tersangka, termasuk pelaku utama Yan Shiliu, ditangkap. Wang menyampaikan terima kasih kepada pihak berwenang melalui media sosial, menyebut bahwa kembali ke tanah air merupakan anugerah besar.

Dokumenter ini juga mengungkap kegagalan tiga putaran perundingan antara delegasi China dan keluarga kaya pengaruh di Kokang, Myanmar utara, yang membangun jaringan kekuasaan melalui politik, bisnis, dan milisi. Keempat klan utama—Bai, Wei, Liu, dan Ming—ditemukan terlibat dalam operasi penipuan besar-besaran. Setelah perundingan tiga jam di perbatasan gagal, otoritas China memutuskan tindakan tegas. Pengadilan tertinggi mengonfirmasi pembongkaran total jaringan kriminal, termasuk eksekusi mati terhadap 16 pelaku, termasuk salah satu anggota keluarga Bai, serta hukuman resmi terhadap lebih dari 41.000 orang yang dipulangkan dari wilayah tersebut karena keterlibatan dalam penipuan telekomunikasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya