Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ratusan Pipa dan Pompa Diesel Berebut Sisa Air Telaga Kering

Kekeringan parah di Telaga Merdada, Banjarnegara, memicu penyaluran air dari sisa telaga ke lahan pertanian melalui ratusan pipa dan 100 mesin pompa diesel.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Ratusan Pipa dan Pompa Diesel Berebut Sisa Air Telaga Kering📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Telaga Merdada di Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, mengalami penurunan permukaan air yang ekstrem akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Sebagian besar dasar telaga kini terbuka, menunjukkan kondisi kritis yang mengancam ketersediaan air bagi masyarakat sekitar. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena telaga ini merupakan salah satu sumber air terbesar di kawasan Dataran Tinggi Dieng.

Di sepanjang tepian yang kini kering, terlihat ratusan sambungan pipa paralon terbentang hingga mencapai beberapa kilometer. Pipa-pipa tersebut dipasang secara masif oleh petani untuk menyalurkan sisa air yang tersisa dari telaga ke lahan pertanian dan kebun kentang milik warga. Upaya ini dilakukan sebagai langkah darurat untuk mempertahankan hasil panen di tengah keterbatasan air alami.

Untuk mendukung proses penyaluran tersebut, sekitar seratus mesin pompa diesel dikerahkan secara bergiliran. Mesin-mesin ini beroperasi tanpa henti untuk menyedot air yang masih tersisa di sisa telaga, kemudian mengalirkannya ke sistem irigasi. Petani menyadari bahwa ketersediaan air sangat terbatas, namun mereka tetap berupaya menjaga tanaman tetap hidup agar tidak mengalami kegagalan panen.

Tujuan utama dari aktivitas ini adalah mempertahankan produktivitas pertanian di tengah kondisi krisis air. Dengan memanfaatkan sisa air yang tersisa, petani berharap dapat memenuhi kebutuhan tanaman hingga akhir musim tanam. Namun, keberlanjutan praktik ini tetap dipertanyakan, mengingat ketergantungan berlebihan pada sumber air yang terus menipis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya