ADHI Lepas Saham Tol Jogja-Solo ke SMI Senilai Rp1,77 T
PT Adhi Karya melepas 47,18% saham di PT Jasamarga Jogja Solo ke SMI dengan nilai Rp1,77 triliun, sejalan dengan strategi restrukturisasi aset dan fokus pada konstruksi.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Adhi Karya (Persero) Tbk resmi menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB) untuk melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ), pengelola ruas tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo, kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI. Transaksi ini melibatkan 1.714.808 saham, setara 47,18% dari modal disetor penuh JMJ, dengan nilai total Rp1,765 triliun. Penandatanganan dilakukan pada 30 September 2026, namun pengalihan kepemilikan belum berlaku efektif hingga semua persyaratan pendahuluan terpenuhi.
Proses pengalihan masih menunggu persetujuan tertulis dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) atas perubahan struktur pemegang saham, konfirmasi ketersediaan dana dari Direktorat Jenderal Bina Marga untuk pembebasan tanah, persetujuan teknis dari BPJT terkait Paket 2.1B, serta persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) ADHI. Penyelesaian diperkirakan rampung paling lambat 30 November 2026. Setelah transaksi selesai, ADHI tidak lagi menjadi pemegang saham di JMJ, sementara PT Jasa Marga (Persero) Tbk tetap menjadi pemegang saham mayoritas dengan porsi 52,82%.
Penilaian independen oleh KJPP Toto Suharto & Rekan menunjukkan nilai pasar 47,18% saham JMJ per 30 Juni 2026 sebesar Rp1,735 triliun, berdasarkan metode discounted cash flow (90%) dan guideline publicly traded company (10%). Harga jual ke SMI berada 1,75% di atas nilai pasar, sesuai batas deviasi maksimal 7,5% yang diatur dalam POJK No. 35/POJK.04/2020, sehingga dinilai wajar. Dibandingkan dengan nilai buku ADHI di JMJ sebesar Rp1,65 triliun, transaksi ini mencerminkan rasio harga terhadap nilai buku sekitar 1,07 kali.
Keputusan ini merupakan bagian dari arahan strategis PT Danantara Asset Management (DAM), pemegang saham mayoritas ADHI, terkait Program Integrasi BUMN Karya dan restrukturisasi aset untuk memperkuat posisi keuangan. ADHI menjelaskan bahwa transaksi ini termasuk divestasi material sesuai POJK No. 17/POJK.04/2020, bukan transaksi afiliasi atau benturan kepentingan. Dana hasil divestasi akan digunakan untuk melunasi utang berbunga, memenuhi kebutuhan modal kerja, dan membatasi kebutuhan setoran modal tambahan ke JMJ di masa depan.
Data keuangan JMJ menunjukkan defisit yang terus membesar, dari Rp311,36 miliar akhir 2025 menjadi Rp420,55 miliar per 30 Juni 2026, dengan kas turun dari Rp291,21 miliar menjadi Rp85 miliar. Total aset JMJ mencapai Rp12,21 triliun, dengan liabilitas utama berupa utang bank jangka panjang sebesar Rp7,54 triliun. Ruas tol telah beroperasi komersial sejak 2024, namun kinerja masih merugi akibat pendapatan belum optimal dan beban bunga tinggi. ADHI akan menggelar RUPSLB pada 13 November 2026 untuk menyetujui transaksi dan mengalihkan sisa dana rights issue Rp378,69 miliar ke modal kerja, sesuai ketentuan POJK No. 40 Tahun 2025.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anwar Ibrahim Dorong Kenaikan Upah dan Diskon Pajak Jelang Pemilu
Pemerintah Malaysia naikkan upah minimum hingga 2.000 ringgit dan beri diskon pajak besar, di tengah tekanan fiskal dan persiapan pemilu 2028.
10 Oktober 2026

Bank Sampah Putri Nyale Dukung Kebersihan Mandalika
Bantuan kendaraan listrik dan tempat penampungan dari Pertamina perkuat operasional bank sampah di Desa Kuta, meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah jelang Grand Prix 2026.
10 Oktober 2026

Asing Kompak Beli 10 Saham Ini Saat IHSG Melemah
Investor asing menunjukkan konsistensi beli di 10 saham unggulan meski IHSG turun 0,75% pada perdagangan Rabu, dengan total pembelian bersih mencapai Rp871,36 miliar.
10 Oktober 2026

Realisasi Capex dan Dividen Tumbuh, Saham Ritel dan Digital Jadi Sorotan
Pasar saham melemah dengan tekanan dari aksi jual asing, sementara emiten seperti AMRT, WIFI, dan REAL menunjukkan proyeksi pertumbuhan melalui dividen dan ekspansi infrastruktur digital.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pendemo dan Tokoh Oposisi Ditangkap Jelang Aksi Besar di New Delhi
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.29 WITA

IHSG Awal Perdagangan Naik Tipis di 6.154
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.28 WITA

Bulog Rencanakan Bangun 100 Gudang Baru untuk Kurangi Sewa
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.24 WITA

Hemat Belanja Pangan Saat Harga Melonjak
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.24 WITA

BRILink Agen Kirana Dorong Ekonomi Desa Lewat Layanan Keuangan
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.23 WITA

Danantara Siap Masuk Pasar Saham Saat IHSG Terkoreksi
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.23 WITA

Pemerintah Percepat Hilirisasi Nikel di Weda Bay
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.22 WITA

Diplo Terpukau Aksi Koplo DJ Asal Kendari
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.18 WITA

