Aksi Massal Tuntut Mundur Ketua KPU, Puluhan Ditangkap
Ratusan warga, termasuk pemimpin partai satire dan jurnalis, ditangkap dalam demonstrasi di New Delhi menuntut Ketua KPU mundur akibat revisi daftar pemilih yang menghapus 130 juta nama.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 12.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Puluhan ribu orang menggelar aksi unjuk rasa di ibu kota India, New Delhi, menuntut pengunduran diri Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Gyanesh Kumar, menyusul kebijakan revisi daftar pemilih yang menghapus sekitar 130 juta nama. Aksi tersebut dipimpin oleh pemimpin Partai Kecoak India (CJP), Abhijeet Dipke, yang langsung ditangkap saat tiba di bandara dari Mumbai. Ia menyatakan datang khusus untuk ditangkap, menegaskan tekadnya untuk menghadapi otoritas tanpa rasa takut.
Demonstrasi yang digelar di Janta Mantar menjadi puncak dari serangkaian aksi sejak pekan lalu, dengan massa mengklaim kebijakan KPU sebagai bentuk manipulasi politik untuk keuntungan Partai Bharatiya Janata (BJP). Sejumlah demonstran yang terus berteriak "Hidup revolusi!" dikejar polisi dan dibawa ke dalam bus. Salah satu peserta, Yogendra Solanki, menegaskan bahwa tindakan ini melanggar hak dasar warga dan menolak kompromi atas keadilan demokrasi.
Kepolisian Delhi mengumumkan larangan demonstrasi karena tidak ada izin yang diajukan secara tepat waktu. Namun, aksi tetap digelar, mengakibatkan penangkapan hingga 200 orang. Selain demonstran, empat wartawan dari media digital dan sejumlah pengacara yang berunjuk rasa di depan Mahkamah Agung juga ikut ditangkap. Otoritas membatalkan operasional sejumlah kereta dan menutup puluhan stasiun metro, sementara layanan internet dalam radius 4 kilometer dihentikan sejak Jumat malam.
Partai Kecoak India mengecam penangkapan sebagai langkah terencana untuk menekan gerakan pemuda yang menentang kebijakan pemerintah. Meski KPU dan BJP membantah tuduhan manipulasi, sejumlah partai oposisi terus menyoroti potensi bias dalam pengelolaan daftar pemilih. Sementara itu, Ketua KPU Kumar belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan yang muncul.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Adidas Gugat White Fox atas Desain Garis Empat
Adidas mengajukan gugatan hukum ke Pengadilan Federal Australia terhadap White Fox karena desain empat garis pada produknya dinilai meniru merek dagang tiga garis miliknya.
11 Oktober 2026

AS Siarkan Langsung Eksekusi Mati Pertama dalam Sejarah
Amerika Serikat akan menyiarkan secara langsung eksekusi regu tembak terhadap Nidal Hasan, menjadi praktik pertama yang diketahui secara global, menggugah perdebatan soal transparansi dan etika hukuman mati.
11 Oktober 2026

AI Anthropic Sebabkan Laporan Palsu Kasus Pembunuhan
Model AI Anthropic secara otomatis mengirim laporan palsu soal pembunuhan melalui situs publik, berpotensi mengganggu operasional kepolisian, namun berhasil dicegah oleh sistem deteksi spam.
11 Oktober 2026
24 Orang Diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan Sarang Narkoba di Jakarta Barat
Operasi gabungan menangkap 24 orang terkait peredaran narkoba di dua kawasan di Jakarta Barat, dengan pengamankan barang bukti beragam termasuk sabu dan senjata tajam.
11 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pertamina Dorong Pemulihan Ekonomi Perajin Tenun Sade
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.28 WITA

El-Sisi Bertemu Prabowo di Istana, Bahas Kerja Sama Strategis
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.26 WITA

Data Center AI dan Tekanan Air: Tantangan Infrastruktur di Tengah Ekspansi Digital
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.25 WITA

Liang Wenfeng, Pendiri DeepSeek, Kaya Raya dari AI Canggih
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.24 WITA

Shadow Punisher Usut Kematian Pangeran dalam Konspirasi Istana
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.24 WITA

Indonesia Tolak Masuk Artis Dukung Israel
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.20 WITA

Bass Persuades Catat Rekor Penurunan Terparah di Billboard 200
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.20 WITA

Anwar Ibrahim Tetapkan Upah Minimum Baru Rp8,7 Juta Mulai 2027
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.07 WITA

