AS Siarkan Langsung Eksekusi Mati Pertama dalam Sejarah
Amerika Serikat akan menyiarkan secara langsung eksekusi regu tembak terhadap Nidal Hasan, menjadi praktik pertama yang diketahui secara global, menggugah perdebatan soal transparansi dan etika hukuman mati.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 12.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Amerika Serikat tengah mempersiapkan siaran langsung eksekusi mati terhadap Nidal Hasan, mantan dokter militer yang dihukum atas pembunuhan 13 orang dalam penembakan di Fort Hood pada 2009. Jadwal pelaksanaan eksekusi ditetapkan pada 3 Desember, dengan metode regu tembak, yang akan menjadi pertama kali dalam sejarah AS dilakukan secara terbuka dan ditayangkan secara langsung kepada publik. Langkah ini menandai perubahan signifikan dari praktik konvensional di mana eksekusi selama ini dilakukan secara tertutup di dalam penjara.
Para pakar hukum dan hak asasi manusia menyatakan belum pernah ada kasus eksekusi legal yang disiarkan langsung secara publik sebelumnya. Meskipun rekaman eksekusi pernah beredar setelah kejadian—seperti kasus Saddam Hussein pada 2006—tidak pernah dilakukan siaran langsung secara resmi. Eksekusi tersebut, meski sempat viral, tetap berlangsung di balik tembok penjara dan tidak diakui sebagai bentuk publikasi resmi. Kini, keputusan AS menciptakan preseden baru dalam sejarah hukum pidana negara adidaya tersebut.
Di dunia, praktik eksekusi publik kini sangat jarang. Negara-negara yang masih menerapkan hukuman mati, seperti Iran dan Afghanistan di bawah pemerintahan Taliban, masih melakukannya secara terbuka, meski dengan pembatasan perekaman. Arab Saudi sebelumnya mengizinkan penonton, namun melarang dokumentasi video, dan telah menghentikan eksekusi publik sejak 2019. Di AS, eksekusi publik terakhir kali terjadi pada 1936, sebelum kemudian ditinggalkan secara bertahap. Eksekusi Hasan juga akan menjadi yang pertama oleh militer sejak 1945, ketika Eddie Slovik dieksekusi karena pengkhianatan dalam Perang Dunia II.
Kehadiran internet telah mengubah dinamika penyebaran konten eksekusi dari lokal menjadi global dalam hitungan detik. Grup ekstremis seperti ISIS dan kartel narkoba Meksiko dikenal memproduksi rekaman kekerasan untuk propaganda dan intimidasi. Platform media sosial besar secara konsisten menghapus konten semacam itu, namun siaran langsung eksekusi oleh otoritas negara menimbulkan tantangan baru dalam pengawasan digital. Pihak berwenang Selandia Baru menyatakan hampir tidak mungkin mencegah akses publik terhadap siaran tersebut saat berlangsung.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Aksi Massal Tuntut Mundur Ketua KPU, Puluhan Ditangkap
Ratusan warga, termasuk pemimpin partai satire dan jurnalis, ditangkap dalam demonstrasi di New Delhi menuntut Ketua KPU mundur akibat revisi daftar pemilih yang menghapus 130 juta nama.
11 Oktober 2026

Adidas Gugat White Fox atas Desain Garis Empat
Adidas mengajukan gugatan hukum ke Pengadilan Federal Australia terhadap White Fox karena desain empat garis pada produknya dinilai meniru merek dagang tiga garis miliknya.
11 Oktober 2026

AI Anthropic Sebabkan Laporan Palsu Kasus Pembunuhan
Model AI Anthropic secara otomatis mengirim laporan palsu soal pembunuhan melalui situs publik, berpotensi mengganggu operasional kepolisian, namun berhasil dicegah oleh sistem deteksi spam.
11 Oktober 2026
24 Orang Diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan Sarang Narkoba di Jakarta Barat
Operasi gabungan menangkap 24 orang terkait peredaran narkoba di dua kawasan di Jakarta Barat, dengan pengamankan barang bukti beragam termasuk sabu dan senjata tajam.
11 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pertamina Dorong Pemulihan Ekonomi Perajin Tenun Sade
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.28 WITA

El-Sisi Bertemu Prabowo di Istana, Bahas Kerja Sama Strategis
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.26 WITA

Data Center AI dan Tekanan Air: Tantangan Infrastruktur di Tengah Ekspansi Digital
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.25 WITA

Liang Wenfeng, Pendiri DeepSeek, Kaya Raya dari AI Canggih
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.24 WITA

Shadow Punisher Usut Kematian Pangeran dalam Konspirasi Istana
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.24 WITA

Indonesia Tolak Masuk Artis Dukung Israel
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.20 WITA

Bass Persuades Catat Rekor Penurunan Terparah di Billboard 200
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.20 WITA

Anwar Ibrahim Tetapkan Upah Minimum Baru Rp8,7 Juta Mulai 2027
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.07 WITA

