Pertamina Dorong Pemulihan Ekonomi Perajin Tenun Sade
PT Pertamina memberikan 45 alat tenun dan pelatihan pendampingan untuk membantu perajin Desa Adat Sade pulih pasca-kebakaran, menjaga tradisi budaya dan mendukung pemulihan ekonomi lokal.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 12.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kegiatan produksi tenun di Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, kembali berjalan setelah sebelumnya terhenti akibat musibah kebakaran pada Agustus 2026. Kebakaran yang terjadi pada 22 Agustus merusak tempat tinggal, fasilitas ekonomi, serta peralatan produksi utama, termasuk alat tenun dan ruang kerja para perajin. Dampaknya, sejumlah warga yang bergantung pada pendapatan dari menenun dan penjualan hasil karya terdampak serius, menurunkan daya ekonomi desa secara keseluruhan.
Untuk memulihkan kondisi tersebut, PT Pertamina (Persero) menyalurkan bantuan berupa 45 alat tenun secara simbolis di area Pertamina Mandalika International Circuit. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan dan menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Selain peralatan, Pertamina juga menyediakan pendampingan pelatihan untuk memastikan para perajin mampu kembali produktif dan mempertahankan kualitas hasil tenun.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menegaskan bahwa dukungan ini tidak hanya bertujuan memulihkan sumber penghasilan, tetapi juga melestarikan warisan budaya masyarakat Sasak. “Kami berharap dengan alat tenun baru dan pelatihan yang diberikan, para perajin bisa kembali menciptakan karya seni yang menjadi ciri khas Desa Adat Sade,” ujarnya. Program ini juga sejalan dengan upaya Pertamina mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di sekitar kawasan Mandalika, yang kini menjadi pusat pariwisata nasional.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sade, Thalib, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan tersebut. Ia menekankan bahwa alat tenun merupakan kunci utama untuk memulai kembali aktivitas produksi. “Kehadiran alat ini sangat membantu para perajin untuk kembali bekerja dan menghasilkan kain yang menjadi daya tarik wisatawan,” katanya. Dengan kembalinya produksi tenun, diharapkan aktivitas ekonomi desa dapat bergulir kembali, menciptakan lapangan kerja dan memperkuat kemandirian masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Liang Wenfeng, Pendiri DeepSeek, Kaya Raya dari AI Canggih
Pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng, kini memiliki kekayaan Rp715 triliun setelah sukses mengembangkan model AI hemat biaya yang menyaingi raksasa AS.
11 Oktober 2026

Anwar Ibrahim Tetapkan Upah Minimum Baru Rp8,7 Juta Mulai 2027
Pemerintah Malaysia resmi menaikkan upah minimum nasional dari Rp7,4 juta menjadi Rp8,7 juta per bulan, berlaku Juni 2027, dengan pengecualian bagi UMKM berpendapatan di bawah RM50 juta.
11 Oktober 2026

Omzet Toko Suvenir Trump Anjlok, Penjualan Turun Drastis
Toko suvenir Donald Trump di Virginia mengalami penurunan omzet drastis, dari puncak US$15 ribu per hari kini hanya mencapai US$2 ribu, akibat berkurangnya pasokan dari China dan perubahan citra publik presiden tersebut.
11 Oktober 2026

Prancis dan Jerman Dorong Mekanisme Darurat Perdagangan Hadapi Tekanan Ekonomi Tiongkok
Prancis dan Jerman mengusulkan pembentukan alat perdagangan darurat di Eropa untuk merespons agresi ekonomi Tiongkok dengan akses cepat ke pasar dalam 24 jam.
11 Oktober 2026
Berita Lainnya

Aksi Massal Tuntut Mundur Ketua KPU, Puluhan Ditangkap
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.26 WITA

El-Sisi Bertemu Prabowo di Istana, Bahas Kerja Sama Strategis
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.26 WITA

Adidas Gugat White Fox atas Desain Garis Empat
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.25 WITA

Data Center AI dan Tekanan Air: Tantangan Infrastruktur di Tengah Ekspansi Digital
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.25 WITA

Shadow Punisher Usut Kematian Pangeran dalam Konspirasi Istana
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.24 WITA

Indonesia Tolak Masuk Artis Dukung Israel
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.20 WITA

Bass Persuades Catat Rekor Penurunan Terparah di Billboard 200
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.20 WITA

Wali Kota Baru Peru Punya Nama Kontroversial
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.06 WITA

