Realisasi Utang Negara Capai Rp494,3 Triliun Hingga September 2026
Pemerintah telah menarik pembiayaan utang senilai Rp494,3 triliun hingga akhir September 2026, mencapai 59,4% dari target APBN tahun ini.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Realisasi penarikan pembiayaan utang negara pada akhir kuartal ketiga tahun 2026 mencapai Rp494,3 triliun, sesuai dengan rencana anggaran yang ditetapkan dalam APBN 2026. Angka ini mewakili sekitar 59,4% dari total target pembiayaan utang sebesar Rp832,2 triliun, menunjukkan kinerja yang berjalan sesuai rencana dan terkendali. Kementerian Keuangan menyatakan bahwa pelaksanaan strategi pembiayaan tetap on track, didukung pemantauan ketat terhadap kondisi kas negara dan fluktuasi pasar keuangan global.
Pembiayaan utang ini didominasi oleh penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) secara neto sebesar Rp497,5 triliun, yang telah menyerap 62,2% dari plafon tahunan sebesar Rp799,5 triliun. Sementara itu, pos pinjaman neto tercatat sebagai pengurangan sebesar Rp3,2 triliun, jauh di bawah target APBN 2026 yang sebesar Rp32,7 triliun, menandakan pengurangan ketergantungan pada utang luar negeri jangka pendek.
Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, realisasi pembiayaan utang pada September 2025 mencapai Rp502,9 triliun, sehingga terjadi penurunan ringan tahun ini. Namun, pencapaian SBN neto tahun ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp471,4 triliun, menunjukkan efisiensi dan peningkatan optimalisasi instrumen pasar modal.
Menteri Keuangan menegaskan bahwa setiap keputusan penerbitan surat utang dilakukan dengan prinsip kehati-hatian tinggi, mempertimbangkan kondisi pasar SBN dan dinamika ekonomi global. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kehati-hatian dan oportunitas dalam menentukan waktu dan volume penerbitan. “Kita harus memantau pasar secara cermat, namun tetap responsif terhadap peluang yang muncul,” ujar dia dalam konferensi pers.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pertamina Dorong Pemulihan Ekonomi Perajin Tenun Sade
PT Pertamina memberikan 45 alat tenun dan pelatihan pendampingan untuk membantu perajin Desa Adat Sade pulih pasca-kebakaran, menjaga tradisi budaya dan mendukung pemulihan ekonomi lokal.
11 Oktober 2026

Liang Wenfeng, Pendiri DeepSeek, Kaya Raya dari AI Canggih
Pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng, kini memiliki kekayaan Rp715 triliun setelah sukses mengembangkan model AI hemat biaya yang menyaingi raksasa AS.
11 Oktober 2026

Anwar Ibrahim Tetapkan Upah Minimum Baru Rp8,7 Juta Mulai 2027
Pemerintah Malaysia resmi menaikkan upah minimum nasional dari Rp7,4 juta menjadi Rp8,7 juta per bulan, berlaku Juni 2027, dengan pengecualian bagi UMKM berpendapatan di bawah RM50 juta.
11 Oktober 2026

Omzet Toko Suvenir Trump Anjlok, Penjualan Turun Drastis
Toko suvenir Donald Trump di Virginia mengalami penurunan omzet drastis, dari puncak US$15 ribu per hari kini hanya mencapai US$2 ribu, akibat berkurangnya pasokan dari China dan perubahan citra publik presiden tersebut.
11 Oktober 2026
Berita Lainnya

Aksi Massal Tuntut Mundur Ketua KPU, Puluhan Ditangkap
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.26 WITA

El-Sisi Bertemu Prabowo di Istana, Bahas Kerja Sama Strategis
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.26 WITA

Adidas Gugat White Fox atas Desain Garis Empat
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.25 WITA

Data Center AI dan Tekanan Air: Tantangan Infrastruktur di Tengah Ekspansi Digital
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.25 WITA

Shadow Punisher Usut Kematian Pangeran dalam Konspirasi Istana
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.24 WITA

Indonesia Tolak Masuk Artis Dukung Israel
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.20 WITA

Bass Persuades Catat Rekor Penurunan Terparah di Billboard 200
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.20 WITA

Wali Kota Baru Peru Punya Nama Kontroversial
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.06 WITA

