Evaluasi Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta, Dishub Libatkan Ahli
Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperluas kajian kebijakan ganjil genap di sejumlah ruas strategis, termasuk Gajah Mada dan Kota Tua, dengan melibatkan pakar dan akademisi untuk menilai dampaknya secara menyeluruh.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 15.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta kini tengah melakukan peninjauan mendalam terhadap penerapan aturan ganjil genap di sejumlah ruas jalan kritis, termasuk Gajah Mada, Hayam Wuruk, Gunung Sahari, dan area Kota Tua. Langkah ini diambil menyusul adanya berbagai masukan dari pelaku usaha yang mengeluhkan penurunan aktivitas ekonomi akibat pembatasan kendaraan tersebut. Kajian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menyeimbangkan mobilitas dan keberlangsungan usaha di kawasan pusat kota.
Kepala Dishub DKI menegaskan bahwa evaluasi tidak hanya berfokus pada satu ruas, melainkan meliputi 25 titik penerapan ganjil genap secara keseluruhan. Beberapa ruas yang menjadi perhatian khusus adalah akses menuju Hayam Wuruk, Kota Tua, dan Gunung Sahari, di mana pelaku usaha melaporkan penurunan kunjungan pelanggan sejak kebijakan diberlakukan. Hasil kajian nantinya akan menjadi dasar bagi penyesuaian kebijakan yang lebih responsif terhadap kondisi lapangan.
Untuk memastikan keputusan berbasis data dan analisis objektif, pihak Dishub menyatakan akan melibatkan para ahli dan kalangan akademisi dalam proses evaluasi. Langkah ini bertujuan untuk menghasilkan rekomendasi yang komprehensif, berimbang antara efisiensi lalu lintas dan keberlangsungan ekonomi lokal. Keterlibatan para pakar dinilai penting guna menghindari kebijakan yang hanya berbasis asumsi.
Hasil kajian akan disampaikan secara transparan kepada publik setelah melalui proses internal dan validasi teknis. Pemerintah DKI menegaskan bahwa kebijakan tidak akan diubah secara sepihak, melainkan didasarkan pada data empiris dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan. Tujuan akhirnya adalah menciptakan sistem transportasi yang lebih efektif tanpa merugikan pelaku usaha di kawasan strategis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Bupati Morowali Hentikan Sementara Operasional PT Aston Usai Bentrok Warga-TKA
Bupati Morowali menghentikan sementara aktivitas PT Aston pasca-bentrok warga dengan TKA China, menyusul keluhan debu dan persoalan legalitas, sambil menunggu evaluasi hukum dan penyelesaian tuntutan masyarakat.
11 Oktober 2026

Pemprov Jateng Dorong Penggunaan Bahasa Jawa Harian
Pemprov Jateng memperkuat pelestarian bahasa Jawa melalui kebijakan wajib berbahasa Jawa setiap Kamis dan berbagai program berjenjang di sekolah.
11 Oktober 2026

BRAN Perkuat Koordinasi Lintas Kementerian untuk Reforma Agraria
Penataan kelembagaan BRAN fokus pada penyempurnaan struktur, pembagian tugas, dan sinergi dengan ATR/BPN demi percepatan reforma agraria berbasis keadilan dan kesejahteraan rakyat.
11 Oktober 2026

BSA Jadi Pemicu Gerakan Jakarta Asri
Program Benyamin S Award menjadi instrumen strategis Pemprov DKI Jakarta dalam mendorong transformasi kota menuju lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah sesuai visi nasional.
11 Oktober 2026
Berita Lainnya

Aries Syahbudin Resmi Jabat Kakorlantas Gantikan Wibowo
Minggu, 11 Oktober 2026, 15.50 WITA

Modifikasi Hiace Mewah dalam 12 Jam, Teknologi Plug and Play Jadi Kunci
Minggu, 11 Oktober 2026, 15.50 WITA

Kapolri Mutasi Wakabaintelkam, Anom Setyadji Jabat Pengganti
Minggu, 11 Oktober 2026, 15.49 WITA

MUI Minta Pembatalan Konser Bocelli di Indonesia
Minggu, 11 Oktober 2026, 15.47 WITA

199 Personel Polri Dimutasi, Jabatan Strategis Berubah
Minggu, 11 Oktober 2026, 15.45 WITA

Rotasi 199 Personel, Tujuh Wakapolda Diganti
Minggu, 11 Oktober 2026, 15.45 WITA

Kapolri Mutasi Jabatan Strategis di Korlantas, Aries Syahbudin Pimpin Lalu Lintas
Minggu, 11 Oktober 2026, 15.45 WITA

Polrestabes Makassar Perketat Pengawasan Pintu Masuk Narkoba di Wilayah Terluar
Minggu, 11 Oktober 2026, 15.45 WITA

