BRAN Perkuat Koordinasi Lintas Kementerian untuk Reforma Agraria
Penataan kelembagaan BRAN fokus pada penyempurnaan struktur, pembagian tugas, dan sinergi dengan ATR/BPN demi percepatan reforma agraria berbasis keadilan dan kesejahteraan rakyat.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 15.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) Dedi Prasetyo menggelar pertemuan strategis dengan Menteri PANRB Rini Widyantini dan Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan untuk mempercepat penyusunan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) BRAN. Pertemuan berlangsung di kantor Kementerian PANRB, Jakarta, pada Jumat (9/10), sebagai langkah awal membangun fondasi kelembagaan yang jelas dan efektif dalam menjalankan mandat reforma agraria nasional.
Fokus utama pembahasan mencakup penyamaan persepsi antarlembaga, pematangan pembagian fungsi, serta penegasan batas kewenangan antara BRAN dan ATR/BPN. Dedi menegaskan bahwa penataan kelembagaan bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi krusial agar setiap kebijakan reforma agraria dapat berjalan secara terkoordinasi, transparan, dan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan pentingnya kecepatan, tetapi tetap berlandaskan peraturan perundang-undangan.
Dedi menegaskan bahwa BRAN tidak bertujuan menggantikan atau mengambil alih kewenangan ATR/BPN dalam administrasi pertanahan. Sebaliknya, BRAN dibentuk untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, khususnya dalam menangani isu agraria yang kompleks dan membutuhkan pendekatan terpadu. Dengan demikian, tumpang tindih tugas dapat diminimalkan, dan proses birokrasi tidak terlalu berbelit.
Pendekatan berbasis data menjadi kunci dalam memetakan persoalan agraria, menentukan prioritas, serta memantau realisasi program secara objektif. Dedi menekankan bahwa keberhasilan reforma agraria tidak diukur dari keberadaan organisasi, melainkan dari kemampuan negara memberikan kepastian hukum dan manfaat nyata bagi masyarakat. Integrasi data pertanahan akan menjadi dasar dalam menyusun langkah-langkah penyelesaian yang terukur dan akuntabel.
Sebagai tindak lanjut, konsep kelembagaan dan matriks pembagian kewenangan akan diperkuat melalui koordinasi teknis antarkementerian. Proses ini akan menyertakan penyelarasan regulasi pendukung dan memastikan setiap tahapan pembentukan BRAN sesuai ketentuan hukum. Dedi menegaskan bahwa tujuan akhir BRAN adalah mewujudkan reforma agraria yang berkelanjutan, berbasis kolaborasi, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Evaluasi Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta, Dishub Libatkan Ahli
Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperluas kajian kebijakan ganjil genap di sejumlah ruas strategis, termasuk Gajah Mada dan Kota Tua, dengan melibatkan pakar dan akademisi untuk menilai dampaknya secara menyeluruh.
11 Oktober 2026

Bupati Morowali Hentikan Sementara Operasional PT Aston Usai Bentrok Warga-TKA
Bupati Morowali menghentikan sementara aktivitas PT Aston pasca-bentrok warga dengan TKA China, menyusul keluhan debu dan persoalan legalitas, sambil menunggu evaluasi hukum dan penyelesaian tuntutan masyarakat.
11 Oktober 2026

Pemprov Jateng Dorong Penggunaan Bahasa Jawa Harian
Pemprov Jateng memperkuat pelestarian bahasa Jawa melalui kebijakan wajib berbahasa Jawa setiap Kamis dan berbagai program berjenjang di sekolah.
11 Oktober 2026

BSA Jadi Pemicu Gerakan Jakarta Asri
Program Benyamin S Award menjadi instrumen strategis Pemprov DKI Jakarta dalam mendorong transformasi kota menuju lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah sesuai visi nasional.
11 Oktober 2026
Berita Lainnya

Aries Syahbudin Resmi Jabat Kakorlantas Gantikan Wibowo
Minggu, 11 Oktober 2026, 15.50 WITA

Modifikasi Hiace Mewah dalam 12 Jam, Teknologi Plug and Play Jadi Kunci
Minggu, 11 Oktober 2026, 15.50 WITA

Kapolri Mutasi Wakabaintelkam, Anom Setyadji Jabat Pengganti
Minggu, 11 Oktober 2026, 15.49 WITA

MUI Minta Pembatalan Konser Bocelli di Indonesia
Minggu, 11 Oktober 2026, 15.47 WITA

199 Personel Polri Dimutasi, Jabatan Strategis Berubah
Minggu, 11 Oktober 2026, 15.45 WITA

Rotasi 199 Personel, Tujuh Wakapolda Diganti
Minggu, 11 Oktober 2026, 15.45 WITA

Kapolri Mutasi Jabatan Strategis di Korlantas, Aries Syahbudin Pimpin Lalu Lintas
Minggu, 11 Oktober 2026, 15.45 WITA

Polrestabes Makassar Perketat Pengawasan Pintu Masuk Narkoba di Wilayah Terluar
Minggu, 11 Oktober 2026, 15.45 WITA

